TOKYO – Sasaeng atau penggemar fanatik selebriti selalu punya cara tak terduga menguntit sang idola. Seperti yang belum lama ini terjadi di Jepang. Sasaeng bernama Hibiki Sato menemukan tempat tinggal Idol J-Pop Ena Matsuoka dari foto selfie.
Baca Juga: Sepanggung, David Beckham Ketahuan Curi Pandang ke Rose BLACKPINK
Mengutip Asia One, Jumat (11/10/2019), kejadian bermula dari Hibiki Sato yang menunggu Ena Matsuoka di sebuah halte bis tak jauh dari rumah sang idola. Saat penyanyi 21 tahun itu hendak masuk ke rumahnya di daerah Tokyo, penyerangan itu terjadi.
Sato langsung menghampiri member Tenshitsukinukeniyomi itu dan menyumpal mulutnya dengan handuk. Sato lantas menyeret Matsuoka ke sudut gelap dan melecehkan Matsuoka secara seksual.
Matsuoka tak tinggal diam dan mencoba melawan. Dalam proses perlawanan tersebut, wajah Matsuoka secara tak sengaja terluka.
Saat dibekuk polisi pada 17 September, Hibiki Sato mengaku sangat mengagumi Ena Matsuoka. Informasi mengenai alamat rumah sang idola didapatkan Sato dengan memperbesaran pantulan gambar yang di mata Matsuoka dalam foto-foto selfienya.
Menurut laporan Koreaboo, Sato mengaku menemukan lokasi persis rumah idol cantik itu menggunakan bantuan Google Street View. Informasi lain didapatkan Sato dengan mengumpulkan foto dan video dari media sosial sang artis untuk mengetahui letak tirai dan sinar matahari.
Dengan kejadian tersebut, pihak berwenang memperingatkan pengguna media sosial agar berhati-hati dalam berbagi informasi di dunia maya.
Penggemar kelompok J-pop pun meminta agar perlindungan untuk idol perempuan lebih diperketat. Terlebih setelah kasus penguntitan dan penyerangan yang dialami para public figure dalam beberapa tahun terakhir.
Pada Januari lalu, mantan anggota grup NGT48, Maho Yamaguchi diserang oleh dua pria yang membobol rumahnya. Selain itu, penyanyi Mayu Tomita juga pernah ditikam puluhan kali oleh penguntit.
Baca Juga: Ammar Zoni: Seharusnya Saya Bisa Ambil Keputusan, Selamatkan Minimal 1 Bayi
Sebenarnya, Tomita telah melaporkan oknum itu ke polisi, 12 hari sebelum penyerangan itu terjadi. Namun laoran tersebut diabaikan pihak berwajib.
(LID)