JAKARTA - Atiq Riwayaty alias Mpok Atiek, baru saja mengalami kejadian kurang menyenangkan. Pasalnya, wanita 63 tahun tersebut baru saja mengalami mimpi buruk soal kematian.
Mpok Atiek mengaku kaget saat melihat tubuhnya terbujur kaku. Bahkan ia sendiri mengungkap ada cukup banyak pelayat datang saat diringa meninggal dunia.
Baca juga: Alasan Menyedihkan Mpok Atiek Menjanda Hampir 30 Tahun
"Garis besarnya Mpok mimpi, Mpok meninggal, terbujur kaku, tapi herannya Mpok ada di atas, bisa melihat. Keluarga semua datang, teman-teman, infotainment, semua datang. Ada yang nangis, ada yang ngaji, ada yang teriak-teriak, pokoknya crowded deh pas Mpok meninggal," ungkap Mpok Atiek saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin (30/9/2019).
"Yang Mpok heran tuh, Mpok bisa ngelihat dari atas. Jangan-jangan kalau orang yang meninggal itu rohnya benar ada di atas. Karena Mpok bisa melihat semua kejadiannya lho," sambung Mpok Atiek.
Usai mengalami kejadian tersebut, Mpok Atiek mengaku terus menerus kepikiran dengan pengalamannya. Ia pun mulai berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik lagi dan ingin bertaubat atas segala perlakuannya selama ini.
"Ya pasti kepikiran lah. Apalagi dosa masih banyak. Kan kalau benar kejadian, ya serem juga, makanya sekarang Mpok berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik, lebih baik, lebih baik lagi," jelasnya.
Baca juga: Ingin Bertemu Anak, Enji Dapat Perkataan Tak Enak dari Pihak Ayu Ting Ting
"Pernah nanya sama salah satu ustadz, katanya insya Allah mpok panjang umur. Ada juga nanya ke ustadz lain, katanya Mpok diperingatkan, harus tobat. Itu saja. Jadi nanya ke ustadz jawabannya beda-beda, ya ambil hikmahnya saja. Hikmahnya harus tobat karena memang sudah tua. Bismillah saja, yang namanya waktu, kalau sudah Maghrib berarti sebentar lagi Isya, kalau dibilang panjang umur diaminin saja," lanjutnya.
Sementara itu, mendengar pengakuan Mpok Atiek terhadap mimpinya, pihak keluarga tentu kaget dan memintanya untuk bertaubat. Bahkan anak-anaknya meminta agar ibunya tersebut menggunakan hijab.
"Ya kalau anak mah disuruh tobat tuh, sudah pakai hijab, ngaji juga. Anak mah jawabannya macam-macam, kayak ustadz juga. Ya kita tampung saja semua, kita jalani saja. Semuanya enggak segampang membalikkan telapak tangan, harus bertahap," tukasnya.
(kem)