“Ada sekitar 1.000 anggota DJ yang tergabung di PDJI dan tersebar di wilayah Indonesia dan mereka diawasi oleh tiap pengurus di daerah. Kita menjaga nama baik DJ sebagai sebuah pekerjaan professional dengan memberikan program pelatihan. Jadi buat dapat title DJ itu memang harus belajar,” papar Taufik.
Ia menambahkan, “Kalau ada oknum nakal yang melakukan bisnis prostitusi misalnya, itu kembali lagi pada individu masing-masing. Ada yang seksi tapi bisa menjaga diri, jadi enggak semua bisa dipukul rata kalau seksi mengarah tidak baik.”
Senada dengan apa yang dijelaskan oleh Taufik, Dinar Candy pun berkali-kali mengaku mendapatkan uang hasil menjalani profesi sebagai seorang DJ, bukan dengan hal-hal seperti terlibat bisnis prostitusi yang kini sedang heboh di Tanah Air.
“Seksi, tapi tidak prostitusi. Gua aneh sama cewek yang jual pussy, hallo? Kenapa pussy di jual-jual yah?,” ujar Dinar. (sus)
(SIS)