Menurut Sarwendah mengambil jurusan Ilmu Komunikasi dirasanyabmerupakqn pilihan yang tepat, jika dibandingkan dirinya harus melanjutkan kuliah dengan jurusan Sastra Mandarin kembali.
“Komunikasi, kan kalau di Beijing dulu kuliahnya Sastra Mandarin gitu, dan kayanya kalau misal buat sekarang nerusin Sastra Mandarin kayaknya enggak begitu perlu. Jadi aku ambil komunikasi yang sesuai dengan bidang yang aku geluti sekarang,” paparnya.
Meski telah mendapatkan keseruan dalam berkuliah, Sarwendah juga terkadang tetap merasa canggung, karena merasa seperti paling tua. Namun hal itu tidak dijadikan beban, lantaran menurutnya tak ada kata terlambat untuk menuntut ilmu.
“Adaptasinya ya gimana ya kadang masuk terus berasa kayanya gue sudah tua deh git. Tapi ya kan namanya menutut ilmu enggak ada yang namanya terlambat ya, jadi ya enjoy saja sih,” tutup Sarwendah.
(edh)