“Kami melihat bahwa niat pembuatan film ini tidak sekadar cari untung atau hiburan semata, tapi ada upaya juga untuk menghentikan bullying. Ini sejalan dengan visi misi kami, makanya kami turut memberikan dukungan dengan peluncuran film ini,” ujar Retno saat peluncuran trailer AIB #Cyberbully di Senayan, Jakarta Selatan, Senin 2 Juli 2018.
Melalui film yang diperuntukkan bagi para remaja berusia di atas 17 tahun ini akan menjadi pengingat bagi para pelaku yang kerap melakukan bullying agar tidak lagi mengulangi perbuatan itu. Retno menjelaskan, para korban bullying yang masih berusia anak memiliki emosi yang tidak stabil sehingga mudah depresi hingga tak sedikit yang mencoba mengakhiri hidupnya.
“Harusnya para orangtua yang memiliki anak usia remaja juga harus menonton film ini agar tidak meremehkan bullying yang dialami anak dan membantu memberikan dukungan kepada anak,” ungkapnya.
Tak hanya KPAI, dukungan juga mengalir dari pengacara kondang Hotman Paris. Hotman yang mengaku menjadi korban bullying ini juga menilai dengan peluncuran film ini dapat membantu mengkampanyekan bahaya bullying.
“Saya juga sering jadi korban bullying, tapi karena sudah dewasa dan emosi stabil saya hanya ketawa saja jika menjadi korban bullying. Namun apa jadinya jika yang menjadi korban ini justru anak anak yang kondisinya masih belum stabil? Kasian mereka,” tutur Hotman.
Bahkan, kasus bullying pun bisa masuk dalam pelanggaran peraturan perundangan. Untuk itu, melalui film ini Hotman berharap kasus bullying yang ada di Indonesia bisa ditekan.