Terlalu Berisiko, 6 Film Ini Dilarang Tayang di Indonesia

Chyntia Sami Bhayangkara, Jurnalis
Jum'at 15 Juni 2018 22:35 WIB
Noah. (Foto: Paramount Pictures)
Share :

JAKARTA – Film merupakan salah satu sarana hiburan yang juga bisa menjadi sarana edukasi. Pesan moral yang terkandung di dalamnya, diharapkan mampu mengilhami dan menjadi pelajaran hidup para penonton.

Namun sayang, beberapa film Hollywood yang populer di Amerika Utara malah dilarang tayang di Indonesia. Sebagian dari film itu disebut mengandung muatan negatif, seperti pornografi atau propaganda, yang membuat ia tak layak untuk dipertontonkan di bioskop Tanah Air.

Penasaran film apa saja? Berikut adalah deretan film yang dinyatakan tidak lulus sensor dari Lembaga sensor Film dan dilarang tayang di Indonesia.

Fifty Shade of Grey

Film Fifty Shades of Grey menjadi salah satu film yang dilarang tayang di Indonesia saat dirilis pada 2015. Hal itu lantaran film yang diperankan Dakota Johnson tersebut mengandung banyak unsur pornografi.

Film yang diadaptasi dari novel berjudul serupa karya E. L James itu, ternyata tak hanya dilarang tayang di Indonesia saja. Di Malaysia pun, film itu juga tak lulus sensor lantaran terlalu vulgar dan sadis.

Irreversible

Film Irreversible menceritakan tentang seorang perempuan yang diperkosa dan dianiaya secara brutal oleh seorang pria. Ketika dirilis pada 2002, film yang dibintangi Monica Bellucci dan Vincent Cassel itu pun dilarang tayang di Indonesia.

Tak hanya dinilai terlalu vulgar dan mengandung unsur pelecehan seksual, film itu juga dianggap terlalu sadis dan brutal. Selain Indonesia, Selandia Baru juga melarang penayangan film tersebut.

Noah

Film yang disutradarai oleh Darren Aronofsky ini juga menjadi salah satu film yang dilarang penayangannya di Indonesia. Pasalnya, Noah mengangkat tema agama yang cukup berisiko menimbulkan perpecahan.

Dibintangi Russel Crowe dan Jennifer Connelly, Noah menceritakan tentang perjalanan Nabi Nuh yang dianggap bertentangan dengan Alkitab hingga menyerang kitab suci. Bahkan, dalam film itu Nuh juga digambarkan sebagai sosok pemarah.

Pocong

Film Pocong menjadi salah satu film lokal yang justru tidak boleh ditayangkan di negara asalnya sendiri. Hal itu lantaran film yang dirilis pada 2006 itu terlalu banyak menunjukkan aksi kejahatan yang bisa saja diikuti oleh masyarakat.

Tak sampai di situ, film itu juga dianggap memiliki konten negatif lainnya, seperti adegan pemerkosaan yang brutal dan isu SARA yang ditampilkan pada pertengahan film.

Murudeka 17805


Murudeka 17805 adalah film drama perang hasil kolaborasi antara Jepang dan Indonesia. Film ini menceritakan perjuangan tentara Jepang yang terlibat dalam Perang Kemerdekaan Indonesia.

Ketika dirilis pada 2001, film itu menuai kontroversi saat ada adegan yang menunjukkan seorang perempuan mencium kaki tentara Jepang. Tak hanya itu, dalam film tersebut juga diperlihatkan bahwa Jepang memberikan banyak ruang kepada Indonesia untuk meraih kemerdekaan. Atas berbagai pertimbangan, film itu pun dilarang tayang di seluruh bioskop Indonesia.

True Lies


Film yang dibintangi oleh aktor laga senior Arnold Schwarzenegger ini juga dilarang penayangannya di Indonesia. Padahal, film ini sempat digadang-gadang menjadi film action terbaik pada masa itu.

True Lies menceritakan tentang aksi teroris yang digambarkan sebagai orang Arab. Oleh karena itu, film ini dilarang tayang di Indonesia lantaran dikhawatirkan akan memicu perpecahan antarumat beragama di dalam negeri.

Baca juga:

Jadi Pengisi Suara Helen Parr di Incredibles 2, Kajol Siap Jajaki Film Hollywood

Muncul Perdana di Film Avengers, Captain Marvel Akan Pimpin Pasukan Avengers 4

(SIS)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Celebrity lainnya