“Mereka adalah musisi terburuk di dunia. Mereka tidak bisa main. Paul (McCartney) adalah pemain bass terburuk yang pernah saya dengar. Dan Ringo (Starr)? Jangan coba-coba membahasnya,” ujar Quincy seperti dikutip Ultimate Classic Rock.
Quincy sebenarnya terlibat dalam pembuatan lagi Love Is a Many-Splendored Thing untuk album solo Ringo pada 1970 berjudul Sentimental Journey. Quincy pun masih mengingat betul seperti apa proses pembuatan lagu itu.
“Saya ingat kami pernah berada di studio bersama George Martin. Dan, Ringo menghabiskan waktu tiga jam untuk nada empat bar yang berusaha dia perbaiki di sebuah lagu. Dia tidak bisa mendapatkannya. Kami sampai bilang, ‘Kawan, mengapa kamu tidak mengambil minuman, kue pie dan istirahat selama 1,5 jam?’ Jadi, dia melakukan itu. Dan, kami memanggil Ronnie Verrell, seorang drummer jazz. Ronnie datang dan dalam 15 menit, dia menyelesaikannya. Ringo balik dan bilang, ‘George, bisa kamu mainkan lagi untuk saya sekali lagi?’ George melakukan itu dan Ringo bilang, ‘Itu tidak terdengar buruk.’ Dan saya bilang, ‘Iya, brengsek, karena itu bukan kamu.’ Orang yang kuat, sih,” tutur Quincy.
Meski begitu, Quincy mengakui dia adalah fans band Cream. Dia mencatat, pendiri Microsoft, Paul Allen, bernyanyi dan memainkan gitar seperti Jimi Hendrix.
“Saya ikut bepergian dengan yacht-nya dan di sana ada David Crosby, Joe Walsh, Sean Lennon—semua orang gila itu. Kemudian, pada dua hari terakhir, Stevie Wonder datang dengan bandnya dan membuat Paul muncul dan bermain bersamanya—dia orang baik,” kata Quincy.
Dalam wawancara itu, Quincy juga mengecam perkembangan musik saat ini. Dia menyebut kurangnya inovasi di semua genre yang ada.