SEOUL – Pencarian terhadap pelaku penyebar teror bom pada girl group A Pink terus dilakukan. Agensi dan kepolisian lokal telah meminta bantuan kepada pihak interpol untuk menangkap pelaku.
- Baca Juga: Diet Terlalu Ketat, Personel Apink Alami Gangguan Performa
Dilansir Allkpop, Selasa (24/10/2017), pelaku saat ini masuk dalam daftar Red Notice milik Interpol. Red Notice merupakan permintaan untuk menemukan dan menahan sementara seseorang yang dianggap terlibat dalam kasus kriminal.
Dengan dilibatkannya interpol, diharapkan pelaku yang ada di luar negeri bisa cepat ditangkap. Keterlibatan interpol juga memungkinkan dilakukannya ekstradisi untuk memproses kasus hukum pelaku di Korea.
Sejauh ini, pelaku penyebar teror diketahui adalah seorang pria berdarah Korea Amerika. Namun, pihak berwajib masih belum bisa mengetahui dimana pelaku berada.
“Dia diketahui sebagai campuran Korea Amerika, jadi sulit untuk menentukan dimana ia berada. Ketika dia menghubungi polisi, dia menyembunyikan nomornya dan itu adalah sebuah panggilan internasional,” ujar perwakilan kepolisian.
Akhir pekan lalu, A Pink kembali mendapat teror bom. Teror terjadi saat Na Eun tampil sendiri di sebuah acara yang dihelat di Dongguk University, Seoul pada Kamis minggu lalu.
Tapi dua jam sebelum acara berlangsung, polisi mendapat telepon peringatan. Seseorang tak dikenal mengatakan jika dia telah memasang bom di kampus yang akan segera meledak.
“Bahan peledak telah dipasang,” ujar polisi menirukan kata-kata pelaku.
Mendapat peringatan demikian, polisi langsung melakukan pencarian di seluruh penjuru Dongguk University. Tapi sampai akhir, tak ditemukan satu pun bahan peledak di area kampus.
Walau masih belum jelas, tapi agensi Na Eun menduga pelaku adalah orang yang sama dengan peneror A Pink pada periode Juni lalu. Jika tebakan itu benar, maka pelaku berada di luar Korea.
Sepanjang tahun ini, A Pink sudah berkali-kali mendapat ancaman bom. Saat comeback pertengahan tahun ini, grup pelantun No No No itu mendapat ancaman bom dan pembunuhan saat tampil di acara musik dan showcase.
- Baca Juga: Teror Pembunuhan Apink Ternyata Ulah Fans yang Cemburu
Juni lalu saat akan tampil di acara mingguan Music Bank, A Pink mendapat ancaman bom yang membuat polisi harus mengungsikan lebih dari 150 orang. Plan A Entertainment sangat menyesalkan tindakan fans gila tersebut.
(edh)