Konflik Orang Sunda dalam Cerita Kampung Kendang

Rima Wahyuningrum, Jurnalis
Kamis 16 Februari 2017 00:31 WIB
Kampung Kendang (Foto: Instagram)
Share :

JAKARTA - Sinetron terbaru MNCTV menawarkan berbalut budaya Sunda berjudul Kampung Kendang. Mengangkat lokasi syuting di kaki Gunung Cilame, Garut, Jawa Barat, sinetron bertema drama-komedi ini menyajikan konflik rumit dalam kehidupan sehari-hari warga desa mulai petani, penjual pupuk dan anak muda desa.

Tak hanya itu, penggunaan bahasa Sunda khas Tanah Garut bakal mendominasi. Suka duka tentu dialami oleh para pemainnya. Pasalnya, para pemain membutuhkan terjemahan agar dimengerti oleh penonton untuk menyampaikan bahasa Sunda.

"Konfliknya rumit banget. Kayaknya kalau dilihat dari penggunaan bahasa Sundanya banyak translate-nya. Karena (bahasa) Garutnya se-Indonesia bakal enggak ngerti. Kita enggak setengah, enggak campur Betawi atau apa. Kebanyakan disini orang Garut, yang lain Sunda," kata Vina Ferina di Bekasi Selatan, Jawa Barat.

Meski begitu, kisah yang disajikan dianggap dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Hal itu diakui oleh Daan 'P Project' pemeran seorang penjual pupuk bernama Kang Arya.

"Sebenarnya dari setting yang indah dan kemudian tradisi orang kampung yang menjadi kedekatan dengan pemirsa Indonesia adalah persoalan di sini yang membumi dan deket dengan lingkuangan kita," tambah Daan 'P Project'.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Celebrity lainnya