JAKARTA – Pergantian nuansa lagu Vespunk di album kedua mereka Salam "Damai Mari Berkawan" tentunya dibuntuti dengan pertanyaan tentang referensi mereka. Meski begitu, seluruh personel Vespunk, terdiri dari Wah (vokal), Farre (bass), Fahri (drum), dan Ledu serta Matto (gitar) membantah memiliki referensi khusus untuk lagu-lagu mereka.
Farre melabeli lagu mereka dengan genre punk terserah. Meski begitu, Vespunk tetap ingin konsisten dengan nuansa lagu-lagu yang mereka mainkan sejak di album pertama, diberikan sentuhan akar dan subgenre punk yang diperdalam.
“Punk terserah gitu. Tapi kalau sound kita konsisten, tetap di modern. Biar pun kalau di lagu Gila itu beat-nya cenderung rockabilly, main gitarnya pun rockabilly, tapi dengan distorsi yang lebih tebal aja. Referensi pemain-pemain Rockabilly kita mainkan dengan lebih modern,” tutur Farre pada Okezone di Gedung iNews, Jakarta Pusat baru-baru ini.
Pernyataan tersebut ditimpali oleh Ledu. Pun, ketika Vespunk terbentur halangan ide, yang dilakukan mereka bukannya mencari referensi, namun berhenti dan beristirahat untuk sementara waktu.
Kekosongan waktu tersebut pun diisinya, misalnya, dengan bermain video game.
“Itu mengalir saja sebenarnya, sebisanya. Kita suka sound-nya begini, kita bikin guide lagu suka-suka, terus tinggal take drum, ga ada referensi yang khusus. Malah kalo lagi stuck kita suka main PS. Lagu-lagu Jepang kita dengerin tapi ga satupun jadi referensi. Serunya album yang ini tuh kita kerjainnya amat sangat santai ya,” tutur Ledu.
(edh)