JAKARTA – Dadido band merupakan sebuah band yang berada di bawah naungan Nagaswara. Grup band yang sebelumnya bernama Bintang ini, sudah mulai dibentuk pada 19 Desember 2009 lalu, namun saat mereka bergabung dengan Nagaswara, nama grup mereka berubah menjadi Dadido band.
Perubahan nama yang terjadi pada band yang digawangi oleh Zee (vokal), Ocha (gitar), Bembeng (bass), Kamil (Keyboard), Dhika (gitar), dan Deny (drum), ini diketahui diberikan oleh CEO Nagaswara, Rahayu Kertawiguna. Nama Dadido sendiri memiliki arti, jadi yang pertama.
“Awalnya itu kita sebenarnya adalah teman nongkrong di studio, kebetulan salah satu teman ada yang punya materi dan ide, akhirnya kita terbentuklah Bintang di tahun 2009, nama band kita dulu sebelum kita masuk ke Nagaswara,” ungkap Zee, sang vokalis.
“Waktu kita masuk ke Nagaswara, kita berubah nama jadi Dadido tahun 2011. Nah nama Dadido itu sendiri dikasih sama CEO Nagaswara, Rahayu Kertawiguna. Dadido sendiri ada filosofinya. Dadi itukan bahasa Jawa, artinya Jadi. Do itu kan tangga nada awal. Jadi Dadido itu Insya Allah akan jadi yang pertama,” sambung Bembeng, pada bassis.
Grup band Dadido berharap, bergabungnya band mereka kedalam industri musik tanah air, dapat diterima oleh masyarakat. Karena lirik-lirik yang ditulis oleh mantan personilnya tersebut terinspirasi dari kehidupan sekitar.
“Semoga musik kita bisa diterima sama masyarakat. Karena lagu-lagu kita, semuanya juga terinspirasi dari sekitar kita. Lebih ke kehidupan nyata sih,” harap Dadido band.
(edi)