Berbeda dengan Indah dan Dinda, Prisia Nasution menangkap hikmah dari film ini sebagai pengingat tentang misteri hidup dan mati yang tidak diketahui kapan akan tiba.
“Buat aku, cerita ini menunjukkan kalau orang tuh enggak ada yang tahu kapan akan mati. Dengan cara bagaimana pun kita enggak bisa nebak. Jadi kita hidup ya kita maksimalin berbuat baik. Karena kita matinya di mana, caranya seperti apa, semuanya misteri. Jadi film ini menceritakan tentang misteri kehidupan dan kematian juga,” tutupnya.
Film Pesantren Impian menceritakan tentang kisah sepuluh wanita yang diundang sebuah pesantren untuk memperbaiki diri ke jalan yang lebih baik lewat agama dari kisah masa kelamnya terdahulu. Namun, satu per satu santriwati tewas mendadak dan misterius. Film yang diadaptasi dari novel karya Asma Nadia ini sudah bisa ditonton mulai 3 Maret 2016 di bioskop-bioskop Tanah Air.
(cin)