JAKARTA - Grup vokal Project Pop menelurkan karya terbaru dalam album repackage berjudul Move On Lagi. Album ini berisi 12 lagu, di mana dua lagu baru dan sisanya lama yang pernah menjadi hits di zamannya.
Dengan menempuh jalur Indie, Project Pop tampak berusaha menunjukkan karakteristiknya di album ini. Dua lagu baru, yakni Mengapa Mengapa serta Antara Bandung dan Kuala Lumpur menjadi cerminan grup vokal yang lahir pada 1996 ini.
Mengapa Mengapa menjadi pembeda karya Project Pop sebelumnya. Di mana lagu ini, unsur dangdut koplo dan campur sari sangat dominan. Tak cuma lagu, teknik vokal para personel pun layaknya penyanyi dangdut, lengkap dengan cengkok yang mendayu-dayu. Maka dari itu, Mengapa Mengapa menjadi "senjata" bagi Yossi, Tika, Gugum, Oon, Odie, dan Udjo.
Lirik Mengapa Mengapa sangat kocak dan jenaka. Sang pencipta, Oon tampak ingin menunjukan jati diri Project Pop yang terkenal lewat grup vokal jenaka. Dengan bantuan Irwan Simandjuntak, Project Pop ingin mengabarkan jika Mengapa Mengapa segara mengalahkan ketenaran Dangdut Its The Music of My Country.
Idealisme dan komersialisasi cendrung selalu berbenturan, tetapi tidak dengan Project Pop. Mereka seolah-olah ingin mengawinkan idealisme dan komersialisasi dalam satu paket. Apa buktinya?
Terjawab dalam lagu Antara Bandung - Kuala Lumpur yang bergenre Melayu. Musik yang diciptakan oleh Ratna Koin dan Wawan J yang pernah ditenarkan oleh Tegar itu diubah liriknya oleh seluruh personel Project Pop.
Di lagu ini, lirik sedikit serius, namun tetap tak menghilangkan unsur jenaka dan sentilan khas Project Pop. Mengisahkan hubungan percintaan jarak jauh antara Bandung dan Kuala Lumpur.
Dari dua lagu di atas, Mengapa Mengapa dan Antara Bandung - Kuala Lumpur, Project Pop ingin merangkul berbagai kalangan penikmat musik. Sekaligus meraih pangsa pasar Asia Tenggara.
Bukan hal yang mustahil memang, apalagi ditambah dengan 10 lagu yang diaransemen ulang sesuai dengan idealisme Project Pop dan kondisi pasar saat ini. Lagu lagu seperti Move On, Gara-gara Kahitna, BDG40, Plis Plis Polisi, Sama-sama, Goyang Duyu (Dance Version), Together Hamburger, Beda Sama Kamu, TTN, dan Ingatlah Hari Ini diaransemen yang siap membuat badan bergoyang.
Bertambahnya usia bukan berarti menghambat kreativitas bermusik. Project Pop justru semakin menegaskan jika dirinya salah satu grup vokal jenaka, lucu, dan segar yang masih bisa eksis di tengah carut-marutnya industri musik. Kehadiran album Move On Lagi secara fisik, bisa menjadi bukti langgengnya mereka di blantika musik Tanah Air.
(tty)