JAKARTA - Penyanyi Lee Jeong Hoon, salah satu personel boyband Hitz, bercerita mengenai musisi Korea Selatan yang tidak pernah lepas dari penggemar fanatik.
Leee menilai, tipikal penggemar di Indonesia dan Korea Selatan memiliki nilai plus-minus. Namun, mengenai fatanisme, Lee menjamin negara kelahirannya lah yang paling gila.
"Fans Korea lebih gila, kalau Indonesia ada juga, tapi lebih menghargai privasi si artsinya. Kalau fans Indonesia itu malah lebih kayak keluarga," kata Lee kepada Okezone di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Lee merasakan kehangatan penggemar Indonesia saat dia merasa tidak enak badan. Dia mendapat perhatian lebih.
"Saat saya sakit, misalnya, mereka kasih obat atau kasih vitamin setelah itu mereka pergi enggak sampai minta foto bareng, atau apa, karena mereka tahu kondisi saya," ungkapnya.
"Mereka tahu saya lagi excited atau lagi happy, mereka bilang ayo kita jalan, ayo makan ini. Jadi kayak keluarga karena bisa mengerti kondisi," sambungnya.
Berbeda dengan fans di Korea Selatan, menurut Lee, mereka lebih memberi tekanan.
"Kadang-kadang fans di sana nungguin di rumah idolanya sampai satu minggu,' ujarnya.
Selain itu, menurut Lee, fans di Korea banyak yang membuntuti sang idola ke mana pun. Namun, ada nilai plus-nya ketika sang idola sedang dirundung masalah, para penggemar setia mendukung.
"Mereka pasti membela idolanya walaupun idolanya salah. Fans Indonesia berbeda, ada yang mendukung, ada yang tidak. Kalau misalnya saya punya fans Korea, walau saya punya salah mereka 24 jam mendukung saya," akunya.
Namun, dengan kondisi itu justru membuat Lee kurang simpatik, karena terlalu mencampuri urusan pribadi si artis.
"Karena saking mendukung, mereka jadi terobsesi. Kalau idolanya punya pacar sampai bunuh diri, terus meneror pacar idolanya. Tapi fans Indonesia tidak seperti itu, ada plus-minus-nya," tandasnya.
(nsa)