JAKARTA - Polemik band Netral belum surut, mungkin bisa dibilang tambah pelik karena bekas drummer Netral, Bimo kukuh ingin mencabut nama Netral karena merasa ikut andil mendirikan band.
Sebelumnya sudah diberitakan Okezone konflik yang menyeret personel Netral yang digawangi Bagus (vokal, bas), Coki (gitar), dan Eno (drum) gara-gara digelarnya tribute kepada almarhun Miten di Radio Show. Manajemen Netral dan sebagian personel tidak sepakat dengan digelarnya tribute. Selengkapnya bisa baca di sini.
Kisruh yang melibatkan manajemen band Netral dengan Bimo sang pendiri band tersebut ternyata belum tuntas. Hal tersebut langsung dinyatakan dengan tegas oleh Bimo saat berbincang dengan Okezone, Selasa (28/8).
Bimo mengaku sudah menempuh jalur hukum untuk bisa mencabut nama Netral. Kasus ini sebelumnya pernah terjadi pada band Peterpan, sebagian bekas anggotanya, Andika tidak menginginkan nama Peterpan digunakan lagi oleh Ariel dkk.
"Proses hukumnya tetap berjalan, sekarang memang sedang dalam tahap itu, karena enggak gampang mencabut nama sebuah band, dan itu ada jalan hukumnya. Saya sendiri tetap ingin nama Netral dicabut," tegas pendiri band Netral, TBK, Juliette, Bonus, dan Brutal ini.
Lebih jauh sosok musisi yang cukup kenyang makan asam garam di industri musik Indonesia ini tak menyesal kalau nama Netral terkubur dari blantika musik indonesia. Baginya ini merupakan pembelajaran bahwa pihak manapun tak dapat membatasi gerak kreativitas maupun toleransi antar musisi, setelah para personel Netral yang aktif tak ada yang menghadiri tribute untuk Miten.
"Seperti gue bilang dulu, ini pembelajaran aja buat mereka, dan gue memang harus ngelakuin ini," pungkasnya.
Bimo dan Bagus sendiri menjalankan side project dengan membentuk band Brutal pada 2009 dan sudah menelurkan album perdana, Smau Gue.
(tre)