Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Wawancara Khusus Putra Nababan

Ke Jakarta Tunggu Soeharto Lengser

Mahfiroh , Jurnalis-Selasa, 22 Maret 2011 |11:07 WIB
Ke Jakarta Tunggu Soeharto Lengser
Putra Nababan (Foto:Mahfiroh/okezone)
A
A
A

JAKARTA - Lulus dari Midland Lutheran College, Fremont, Nebraska, Putra Nababan langsung diterima bekerja sebagai wartawan di salah satu koran lokal setempat.

Hal tersebut yang membuatnya enggan kembali ke Tanah Air. Sayang, sang ayah Panda Nababan tak setuju dengan pilihan Putra.  

"Itu ada ceritanya juga. Saya kan waktu selesai kuliah, sudah tanda tangan kontrak sama koran lokal di kota kecil. Mungkin bapak saya punya feeling, bekerja di koran lokal di kota kecil mau jadi apa. Kalau mau jadi wartawan ngapain di sana, di sini (Indonesia) justru ladangnya," ungkap Putra saat berbincang dengan okezone, di kantor Redaksi Seputar Indonesia, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Sempat menolak pulang, Putra akhirnya tergiur dengan ucapan Panda yang mengatakan, tak lama lagi Presiden Soeharto akan lengser. Tak ingin ketinggalan menjadi saksi sejarah, Putra pulang ke Jakarta pada 1994.

"Bapak bilang sama saya, 'Soeharto mau jatuh. Kalau kamu enggak ke Indonesia, sayang. Apalagi ini bisa jadi berita dunia'. Dengar omongan bapak, saya terangsang dan langsung pulang. Ternyata, setelah saya sampai indonesia, Soeharto enggak juga jatuh sampai empat tahun saya di sini," kenangnya, tersenyum.

Seiring waktu berjalan, Putra mengawali karier jurnalistik sebagai reporter di harian Rakyat Merdeka. Dia  bersyukur saat itu ayahnya menyuruh pulang sehingga empat tahun dihabiskan untuk belajar mengenai kondisi Indonesia.

"Selama empat tahun berjalan, saya banyak belajar tentang kondisi sosial politik dan ekonomi di Indonesia. Belajar itu kan perlu, apalagi saya lama meninggalkan Indonesia, dari masih ABG (remaja) banget. saat itu kan saya enggak tahu tentang ketatanegararaan. Saya enggak peduli tentang budaya. Mana peduli anak SMP. Empat tahun itu saya gunakan untuk belajar, mempersiapkan diri sebelum Soeharto benar-benar jatuh," urainya.

Putra tak menyesal mengikuti saran ayahnya untuk segera pulang ke Indonesia. Sambil menunggu momen lengsernya Soeharto pada 1998, dia menjejali diri dengan pengetahuan.

"Ayah saya ada benarnya. Kalau enggak, saya akan terlambat pulang.
Bisa-bisa setelah reformasi. Kalau saya pulang setelah reformasi, kantor mana yang mau mempekerjakan saya. Jadi pas banget," kenang lelaki yang masuk nominasi presenter berita Panasonic Gobel Awards 2011 itu.

Di balik kepiawaian seorang Putra yang pernah mewawancarai Presiden Amerika Serikat Barack Obama, ternyata dia merupakan sosok lelaki yang tak romantis. Penasaran? Ikuti kelanjutan wawancara eksklusif ini hanya di okezone.com.

Terkait Panasonic Gobel Awards 2011 yang akan digelar pada 25 Maret, Anda bisa memilih Putra Nababan sebagai presenter berita terbaik dengan mengetik PGA 22A kirim ke 6288.

(ang)

Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita celebrity lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement