"Saya sama Mas Tan ini berpikir, kok dari sekian bulan belum ada yang mencoba untuk membuat lagu yang bercerita tentang program Mas Prabowo. Kita pelajari dulu supaya tidak membicarakan masalah politik, kepartaian, tapi memang program tersebut, bermanfaat atau tidak? Nah kalau saya pikir lebih banyak manfaatnya sebetulnya," jelas Jamal.
Demi menghasilkan karya yang bermakna dan terbebas dari tendensi politik tertentu, Jamal dan Tan Santana rela menghabiskan waktu sepekan penuh untuk menggodok lirik hingga menjelang subuh.
"Satu minggu itu tiap malam sampai pagi jam 04.00 kita pelajari liriknya, menyinggung instansi pemerintahan, kepartaian atau tidak, ternyata tidak. Baru kita bikin notasi. Karena kebetulan saya agak sedikit orang dalam, maka lirik itu saya banyak buat itu," kata Jamal.
Sementara itu, Tan Santana menuturkan bahwa aransemen lagu ini sengaja dikemas dengan balutan nuansa etnis tradisional agar sejalan dengan karakter vokal Jamal Mirdad yang legendaris sekaligus mengedepankan identitas budaya Indonesia.
"Abi (Jamal Mirdad) sendiri kan karakternya lebih ke tradisional dan konvensional. Jadi pas dengan nuansa musik etnis, karena kita sebagai bangsa Indonesia harus mengedepankan musik kita yang luar biasa dengan banyak ornamen dan alat musik sebagai identitas bangsa," pungkas Tan Santana.
(kha)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri