JAKARTA - Podcast horor RJL 5 yang dibawakan Fajar Aditya meraih penghargaan Podcast of the Year dalam The 2nd Gen Z International Podcast Festival di Xiamen, China, pada 29 September 2026.
Festival tersebut juga memberikan penghargaan kepada podcast dari sejumlah negara Asia lain. Di antara para peserta itu, RJL 5 pulang dengan gelar Podcast of the Year.
RJL 5 dikenal karena cara bercerita yang jarang dipakai podcast horor lain. Setiap kisah mistis ditelusuri asal-usulnya lewat pendekatan antropologi, mulai dari kepercayaan warga setempat, ritual adat, sampai kearifan lokal yang melatarinya. Cerita seram dipakai sebagai pintu masuk untuk membicarakan budaya.
"Cerita hantu di kampung itu sebenarnya arsip. Di dalamnya tersimpan cara orang menjaga alam, menghormati leluhur, dan mengatur hidup bersama. Kalau tidak kita rawat, jangan sampai budaya kita malah jadi tamu di negara sendiri," ujar Fajar Aditya.
Fajar merupakan lulusan magister Antropologi Universitas Indonesia. Latar akademik itu yang membuat RJL 5 tidak berhenti pada label mistis. Pendengar diajak melihat mengapa sebuah mitos bertahan di masyarakat dan apa fungsinya bagi warga.
"Kami senang cerita-cerita lokal Indonesia ternyata bisa diterima pendengar muda dari negara lain. Artinya budaya kita punya daya tarik, asal dibawakan dengan serius," kata Fajar.
Penghargaan dari Xiamen menambah daftar capaian RJL 5. Pada 2025, podcast ini dinobatkan sebagai podcast horor terbaik oleh RCTI dan YouTube dalam ajang Gen Z International Podcast Festival, Xiamen China.
(kha)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri