Kritik kemudian berkembang menjadi tudingan tone deaf dan perdebatan mengenai privilese.
Maudy akhirnya mengakui ada perspektif yang belum cukup ia pertimbangkan. Pada 20 September 2026, ia menyampaikan permintaan maaf dan mengatakan masih perlu belajar untuk lebih mendengar, peka, serta terbuka terhadap perspektif berbeda.
2. Pernyataan ingin menghapus soal pilihan ganda
Pada 2023, Maudy juga sempat menuai kritik setelah berbicara mengenai sistem pendidikan Indonesia.
Dalam sebuah kesempatan, ia ditanya apa yang akan dilakukan jika menjadi Menteri Pendidikan. Maudy menjawab ingin menghapus soal pilihan ganda karena menurutnya model tersebut dapat membuat siswa lebih terbiasa menghafal dibanding melakukan analisis.
Pernyataan tersebut kemudian mendapat respons dari sejumlah guru dan warganet. Kritik antara lain mempertanyakan pengalaman Maudy dalam menjalani pendidikan dasar di sekolah negeri serta pengalaman mengajar di sekolah negeri.
Maudy kemudian memberikan klarifikasi mengenai pernyataannya tersebut.