“Konser ini juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan talenta dan tenaga profesional Indonesia dalam mendukung produksi global, sekaligus bekerja bersama tim internasional YE dengan standar teknis dan keselamatan internasional,” lanjutnya.
Aspek keamanan penonton juga menjadi perhatian penyelenggara. Persiapan mencakup pengaturan akses masuk dan keluar, pengelolaan kerumunan, kesiapan jalur medis, koordinasi dengan venue dan pihak keamanan, hingga mobilitas penonton menuju dan dari GBK.
“Keamanan dan kenyamanan penonton menjadi prioritas utama. Karena itu, persiapan konser mencakup pengaturan akses masuk dan keluar, pengelolaan kerumunan, kesiapan jalur medis, koordinasi dengan venue dan pihak keamanan, serta pengaturan mobilitas penonton menuju dan dari GBK,” kata Dewi.
“Raw Vision Collective bersama para mitra berpengalaman ingin memastikan konser ini tidak hanya spektakuler dari sisi produksi, tetapi juga aman, tertib, lancar, dan membanggakan bagi Jakarta dan Indonesia,” tambahnya.
Pemprov DKI Dorong Pengunjung Nikmati Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut melihat konser YE sebagai kesempatan untuk memperkenalkan Jakarta kepada pengunjung dari dalam maupun luar negeri.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pihaknya mendukung penyelenggaraan YE Live In Jakarta 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global dan tuan rumah acara internasional.
“Kami mendukung penuh YE Live in Jakarta 2026. Konser ini menjadi momentum untuk menunjukkan kesiapan Jakarta sebagai kota global dan tuan rumah acara internasional,” ujar Pramono.
Menurut Pramono, Jakarta memiliki infrastruktur dan konektivitas yang terus berkembang untuk mendukung penyelenggaraan acara berskala besar.