JOGJA - Pagelaran Sabang Merauke, Hanya Indonesia yang Punya: Hikayat Srikandi Nusantara tak terasa akan segera digelar di Indonesia Arena pada 21-23 Agustus 2026. Semua pelaku seni yang terlibat melakukan latihan terakhir di Yogyakarta pada Selasa (11/8/2026).
Meski masih dalam agenda latihan, para penari tampil energik layaknya penampilan di atas panggung Indonesia Arena. Semangat para penari sukses menyihir penonton yang hadir melihat gladi resik.
Tak hanya menyihir para penonton, penyanyi yang terlibat juga mengaku mendapatkan energi tambahan, membuat ikut bersemangat untuk menampilkan yang terbaik di sesi latihan terakhir itu.
Salah satunya Raisa Andriana. Ditemui usai latihan, dia mengungkapkan energi para penari turut membakar semangatnya dalam latihan ini.
"Ini adalah run through kita pertama, jadi run through pertama kali sudah langsung show ditonton sama teman-teman media dan KOL. Sejujurnya sangat deg-degan, tapi energi para penari menular banget, energi mereka luar biasa banget, jadi kita juga pengin sama," ujarnya.
Dalam Pagelaran Hikayat Srikandi Nusantara, penyanyi kelahiran 6 Juni 1990 tersebut memerankan tokoh Srikandi yang merupakan pemeran utama. Raisa tampil gagah dalam balutan kostum Srikandi. Sosok Raisa malam itu layaknya pahlawan dengan membawa busur, seolah dirinya lah sang Srikandi pemberani itu.
Berkat tampilannya yang bikin pangling, dia bercerita jika dirinya mempelajari bagaimana sosok Srikandi secara medalam di cerita pewayangan, pun perbedaannya dengan tokoh wanita wayang lainnya.
"Sebenarnya yang paling penting waktu itu latihan pendalaman karakternya. Sebenarnya, aku koreografinya gak banyak tapi lebih kayak personifikasi Srikandi tuh harus kayak gimana, geraknya, berdirinya, dan lain-lain untuk bisa menggerakkan pasukan segitu banyak tuh pantas gitu. Banyak belajar juga dari tim koreografer sama Mas Memet soal Srikandi tuh kayak gimana," katanya.
Ditanya soal kesamaannya dengan sosok Srikandi, menurutnya, dia dan Srikandi sama-sama marah dengan isu perempuan yang terjadi saat ini.
"Aku rasa sama ya, sama-sama marah dengan isu-isu perempuan di Indonesia yang besok bakal diangkat. Jadi kenapa Srikandi itu marah, kenapa Srikandi itu mengumpulkan semua perempuan-perempuan itu karena isu-isu kekerasan isu-isu macem-macem deh tentang kesetaraan pada wanita itu di Indonesia lagi parah-parahnya, jadi Srikandi itu marah karena itu," tuturnya.
Pelantun Bila itu berharap, melalui Pagelaran Sabang Merauke, masyarakat Indonesia jadi lebih peduli dan terbuka dengan isu yang ada.
Selain Raisa, Yura Yunita juga ikut terlibat dalam Pagelaran Sabang Merauke - Hikayat Srikandi Nusantara. Bahkan, keikutsertaannya ini bukan untuk pertama kalinya, melainkan ketiga kalinya secara berturut-turut.
Bukan tanpa alasan, menurut Yura, perasaan tampil di pagelaran seni ini tidak bisa dia temukan di tempat lain, memberikan pengalaman berkesan nan magis sebagai seorang pelaku seni.
"Sudah pasti ketagihan ya kalau ikut Pagelaran Sabang Merauke, karena rasanya ini jadi wadah yang sangat, yang gak ditemuin di tempat lain pastinya, magisnya gak kita temuin lagi, detail budayanya kita gak bisa temuin lagi di tempat lain, hanya ada di Pagelaran Sabang Merauke," ucapnya.
"Ini hanya Indonesia yang punya, cuma kita yang punya, dan dengan pagelaran kolosal ini jadi rasanya juga jadi kayak rumah ya ada di sini tuh rasanya kayak rumah, jadi selalu kangen itu sih, gak tau jadi rasa memilikinya sangat kuat sih sama pagelaran ini jadi rasanya pengen balik lagi," lanjutnya.

Istri Donne Maula itu juga menceritakan satu adegan di Pagelaran Sabang Merauke yang membuatnya kecintaan, yaitu tampil di atas naga.
"Itu hal yang aku cintai dari Pagelaran Sabang Merauke. Nagih banget, senang, apalagi tim menyiapkan naganya yang tahun ini lebih spesial lagi dari tahun kemarin. Kalau kemarin naganya wow, tahun ini wow wow wow, jadi kayak itu sih part yang selalu aku nanti-nanti dan challenging yang nggak bisa dilakukan di panggung lain, hanya bisa di pagelaran," ujarnya.
Oleh karenanya, penyanyi Tutur Batin tersebut menunggu pagelaran ini dengan sangat antusias. "Aku selalu ngerasa pagelaran ini jadi panggung paling magis yang pernah aku alami sepanjang tahun, jadi minimal setahun sekali harus banget," katanya.
Apabila Yura ketagihan dengan naik naga, Alicia Hartono, yang ikut menyanyikan lagu khas Sumatra Selatan berjudul Gending Sriwijaya, sangat mempersiapkan dirinya untuk bernyanyi di atas tangga.
"Jadi hari ini, dari pagi aku coba naik tangga dulu, latihan yoga terus duduk di tangga, supaya mental aku siap untuk naik tangga. Meski masih dalam tahap penyesuaian, tapi aku yakin pasti bisa," ucapnya.
Latihan terakhir di Jogja menjadi proses yang berkesan di setiap tahunnya. Hal tersebut dirasakan oleh Mirabeth. Dia mengatakan, selama lima tahun proses latihan yang berakhir ketemu di Jogja itu seolah menyuntikan energi yang lebih.
"Saat proses latihan yang kita belum ketemu di Jakarta dan akhirnya ketemu di Jogja itu, kita kayak disuntik energi yang lebih lagi dari penarinya karena walaupun masih latihan, mereka kayak sudah kasih seribu persen. Jadi kita kayak kesetrum sama penari-penarinya. Itu yang selalu dirindukan setiap kali ada di dalam Pagelaran Sabang Merauke," ujarnya.
Tak hanya menyuntikan semangat, bagi pemain biola, Zahara Christie, para penari menginspirasi dirinya dalam beraksi saat pentas.
"Aku jadi terinspirasi melihat mereka di atas panggung, melihat mereka tampil dengan sepenuh hati. Itu yang aku jadi banyak belajar dari mereka, dan respect," tuturnya.
Pagelaran Sabang Merauke - Hikayat Srikandi Nusantara yang dipersembahkan iForte dan BCA melibatkan 1.700 tim produksi, 15 penyanyi dan 1 grup band nasional, 387 penari budaya dari berbagai daerah, 50 musisi tradisional, 119 paduan suara yang terdiri dari berbagai tim choir, serta 60 anggota Jakarta Concert Orchestra & 1 konduktor Avip Priatna.
Distrudarai oleh Rusmedie Agus, Pagelaran Sabang Merauke akan menampilkan tarian dan lagu dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, ada juga original soundtrack yang diproduseri dan diaransemen oleh Eross Candra dengan lirik yang ditulis oleh Vice President Director and Deputy CEO iForte, Silvi Liswanda, bertajuk Cahaya Hati.
Mengusung nuansa pop modern dengan sentuhan musik tradisional Indonesia, Cahaya Hati mempertemukan sejumlah musisi, di antaranya Raisa sebagai vokalis utama, gitaris Eross Candra dan Joey Penny.
Kemudian, ada juga Yuyun Arfah sebagai pelantun chanting Nusantara, Batavia Madrigal Singers bersama konduktor Avip Priatna, serta pianis Elwin Hendrijanto. Unsur musik tradisional dipimpin oleh Dunung Basuki dengan menghadirkan tujuh instrumen, yaitu fu, sape, siter Jawa, kendang Jawa, kendang Sunda, rebab Jawa, dan dol.
(ant)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri