"Nah itu juga penggiringan opini yang dilakukan oleh dia. Kenapa dialihkan ke pertanyaan pribadi dan persaingan bisnis? Jelas-jelas BPOM release WT (White Tomato) tidak pernah ada kandungannya," ungkap Doktif lagi.
Menjelang persidangan berikutnya, Doktif mengaku telah menyiapkan kejutan besar. Ia berencana menunjukkan bukti-bukti baru di hadapan majelis hakim yang diklaim akan mengungkap ketidakadilan serta perilaku tidak etis dari pihak kuasa hukum DRL selama proses hukum berlangsung.
"Liatin aja, ada hal-hal baru yang mau saya tunjukkan ke majelis hakim sebelum sidang dimulai. Menunjukkan ketidakadilan di ruang sidang, merendahkan marwah persidangan, dan tidak adanya etika dari PH (Penasihat Hukum) Suneo," katanya.
Selain itu, Doktif juga menanggapi rasa optimisme pihak DRL yang yakin akan bebas dari segala jeratan hukum. Ia meyakini bahwa fakta di lapangan tidak bisa dibohongi karena terdapat unsur penipuan yang nyata terhadap konsumen.
"Nggak adalah (peluang bebas), wong jelas-jelas nipu. Pertanyaan-pertanyaan PH dia itu jauh dari pokok perkara. Kenapa? Karena sudah tahu memang kliennya nipu, kok. Mana berani ke pertanyaan soal produknya," pungkas Doktif.
(kha)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri