Selain itu, latihan musik juga turut melibatkan Eross Candra, Joey Penny, Mirabeth Sonia, Christine Tambunan, Alicia Hartono, Yuyun Arfah, serta puluhan musisi dan penyanyi lainnya yang akan tampil dalam berbagai repertoar sepanjang pertunjukan. Di bawah arahan Pengarah Musik Elwin Hendrijanto dan Konduktor Avip Priatna, musik pop, orkestra, paduan suara, dan instrumen tradisional Indonesia dipadukan menjadi satu kesatuan musikal yang menghidupkan cerita Hikayat Srikandi Nusantara.
Produksi Pagelaran Sabang Merauke tahun ini melibatkan sekitar 1.700 pelaku seni, kreatif, dan tim produksi, terdiri atas 15 penyanyi, 1 grup band, 387 penari, musisi tradisional yang memainkan 50 alat musik tradisional, 119 anggota paduan suara, serta 60 musisi orkestra. Selain itu, produksi juga melibatkan 11 tim koreografer, 16 desainer kostum, serta menghadirkan 103 koreografi dari Sabang sampai Merauke dengan 28 jumlah lagu, menjadikannya salah satu produksi seni pertunjukan terbesar di Indonesia tahun ini.
Sutradara Pagelaran Sabang Merauke Rusmedie Agus mengungkapkan pagelaran ini mampu menyentuh hati penonton, apalagi dengan ribuan pelaku seni yang terjun di dalamnya. “Saya meyakini bahwa Pagelaran Sabang Merauke dapat terus menyentuh hati penontonnya, karena semua yang terlibat melakukannya dengan cinta,” ucapnya.
Ia juga mengatakan, secara proses kreatif berbagai pihak juga melakukan diskusi mendalam. Tapi, ketika semua dilakukan dengan cinta, maka semua orang yang terlibat itu sangat antusias untuk mengupayakan yang terbaik.
“Saya yakin, para penonton nanti tidak hanya akan melihat sebuah pertunjukan visual saja, tapi pagelaran ini akan mengajak kita pada satu pengalaman emosional yang mendalam. Dari situ akan melahirkan keharuan, kebanggaan, dan rasa syukur yang luar biasa sebagai orang yang dilahirkan di Indonesia,” tuturnya.
Penyanyi Yura Yunita yang juga melakonkan tokoh Mahadewi mengungkapkan rasa gembiranya bisa kembali lagi ke pagelaran yang sama. Sebelumnya Yura telah tiga kali ikut andil dalam Pagelaran Sabang Merauke. “Aku sebagai seniman belum pernah bisa menemukan tempat eksplorasi seluas ini, semagis ini,” katanya.