JAKARTA – Rangkaian program inkubasi musik Bintang Muda Lokananta (BML) Vol. 2 resmi ditutup melalui penyelenggaraan Tur Bintang Muda Lokananta di Jakarta dan Yogyakarta. Tur yang digelar di Jakarta pada 11 Juli dan Yogyakarta pada 18 Juli 2026 tersebut menjadi tahap akhir dari proses pembinaan para finalis sebelum memasuki industri musik.
Dalam tur tersebut, tiga finalis terpilih, yakni Drewgon, Barmy Blokes, dan BeverlyLine, tampil di M Bloc Space, Jakarta, bersama Swellow Band. Sementara di Yogyakarta, mereka tampil di Milli Sayidan dengan dukungan penampilan Skandal Band.
Tur ini melengkapi rangkaian kegiatan yang sebelumnya telah dijalani para peserta, mulai dari Lokananta Studio Gigs, Mentoring Session, proses rekaman di Studio Lokananta, hingga Album Release Party yang menandai peluncuran album kompilasi karya para finalis.
Program Bintang Muda Lokananta Vol. 2 mendapat dukungan dari PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA dan PT Danareksa (Persero). Penyelenggara menyebut dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang pengembangan yang berkelanjutan bagi talenta musik muda Indonesia.
Selain mempertemukan para finalis dengan audiens yang lebih luas, tur juga menjadi wadah bagi musisi pendatang baru untuk berinteraksi dan berbagi pengalaman dengan pelaku yang telah lebih dulu berada di industri musik.
Berbeda dari program pencarian bakat pada umumnya, Bintang Muda Lokananta dirancang sebagai program inkubasi yang menitikberatkan pada proses pengembangan musisi. Program dimulai dari proses kurasi, dilanjutkan mentoring, rekaman di Studio Lokananta, peluncuran album kompilasi, hingga tur sebagai tahap penutup.
Melalui pengalaman tampil di dua kota dengan karakter audiens dan ekosistem musik yang berbeda, para finalis diharapkan memperoleh pengalaman panggung yang lebih luas, memperkuat kapasitas profesional, memperluas jejaring dengan komunitas dan pelaku industri musik, serta meningkatkan eksposur karya mereka kepada publik.
Program tersebut juga diarahkan tidak hanya untuk menemukan talenta baru, tetapi turut mendampingi proses pengembangan mereka agar mampu bersaing di ekosistem musik Indonesia.
Salah satu finalis, Drewgon, musisi asal Maluku Tenggara, mengaku program tersebut memberinya kesempatan yang sebelumnya sulit dijangkau.
"Sebelumnya aku tidak pernah membayangkan bisa melalui proses yang selengkap ini. Mulai dari mendapatkan insight baru di mentoring session, diberi kesempatan mengembangkan karya dengan mengeksplorasi arsip-arsip musik Lokananta lalu merekamnya di Studio Lokananta, hingga berkesempatan tampil dalam tur di dua kota. Semua itu membuka kesempatan yang sebelumnya terasa sangat jauh. BML membuatku merasa memiliki ruang, akses, dan kesempatan yang sama untuk berkembang," ujar Drewgon.
Hal serupa disampaikan personel BeverlyLine, Manggar. Menurutnya, sesi mentoring menjadi pengalaman yang paling berkesan karena memberikan perspektif baru dalam proses berkarya.
"Sesi mentoring menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi kami. Dari sana kami mendapat banyak perspektif baru tentang bagaimana karya bisa lebih dekat dengan pendengarnya. Insight tersebut akhirnya mendorong kami untuk pertama kalinya merekam lagu berbahasa Indonesia. Itu menjadi langkah baru yang mungkin tidak akan kami ambil jika tidak mengikuti rangkaian mentoring di Bintang Muda Lokananta Vol. 2," kata Manggar.
Sementara itu, vokalis Barmy Blokes, Wiki, menilai pengalaman membangun relasi menjadi nilai penting selama mengikuti program tersebut.
"Yang paling berkesan bagi kami selama mengikuti Bintang Muda Lokananta Vol. 2 adalah kesempatan untuk terhubung dengan begitu banyak orang. Kami bisa berdiskusi langsung dengan para mentor, bertukar pengalaman dengan sesama finalis, hingga bertemu audiens baru di Jakarta dan Yogyakarta. Semua pengalaman itu membuat kami sadar bahwa perjalanan musisi tidak berhenti saat karya selesai dibuat. Justru dari pertemuan-pertemuan seperti inilah kami belajar, membangun jejaring, dan menemukan semangat baru untuk terus berkarya," ujar Wiki.
Selain pertunjukan musik, rangkaian tur di Yogyakarta juga menghadirkan ruang diskusi yang mempertemukan para finalis dengan pelaku industri musik untuk berbagi pengalaman mengenai perjalanan membangun karier.
Dalam forum tersebut, Heruwa, vokalis Shaggydog sekaligus perwakilan DoggyHouse Records dan Milli Sayidan, menekankan pentingnya ekosistem yang mampu mendukung pertumbuhan musisi.
Menurutnya, regenerasi talenta musik tidak cukup hanya menghadirkan panggung pertunjukan. Musisi juga membutuhkan program yang membuka ruang untuk saling belajar, membangun jejaring, bertukar perspektif, serta terhubung dengan komunitas, pelaku industri, dan audiens sebagai bagian dari ekosistem musik yang berkelanjutan.
(kha)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri