Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Maudy Ayunda Datang ke Aceh Timur Pascabanjir, Paparkan Momen Paling Membekas

Khafid Mardiyansyah , Jurnalis-Rabu, 03 Juni 2026 |13:47 WIB
Maudy Ayunda Datang ke Aceh Timur Pascabanjir, Paparkan Momen Paling Membekas
Maudy Ayunda di Aceh Timur
A
A
A

JAKARTA – Meski banjir di wilayah Aceh dan Sumatera telah berlalu, proses pemulihan anak-anak masih terus berlangsung, termasuk dalam akses pendidikan. 

Keterbatasan ruang belajar dan terganggunya rutinitas membuat kebutuhan akan lingkungan belajar yang aman dan suportif tetap menjadi hal penting pascabencana. Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per Februari 2026 mencatat sebanyak 4.922 satuan pendidikan di wilayah Sumatera terdampak bencana, termasuk 3.120 sekolah di Aceh, yang mempengaruhi lebih dari 707.161 murid dan 59.620 guru. 

Di Aceh, dampak bencana tidak hanya merusak infrastruktur sekolah, tetapi juga mengganggu proses pembelajaran dan ketersediaan sarana belajar, sehingga banyak siswa masih harus belajar dengan fasilitas terbatas.

Berangkat dari kondisi tersebut, Maudy Ayunda Foundation bersama Save the Children Indonesia berkolaborasi untuk mendukung akses pendidikan anak-anak terdampak banjir di Aceh Timur melalui pembangunan Temporary Learning Space (TLS) atau Ruang Belajar Sementara serta dukungan literasi, sebagai upaya membantu anak-anak kembali menjalani proses belajar secara bertahap pascabencana.

Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen Maudy Ayunda Foundation yang sejak 2018 secara konsisten menjalankan berbagai inisiatif pendidikan dan pengembangan generasi muda Indonesia, termasuk salah satunya melalui pilar Education Infrastructure yang berfokus pada dukungan fasilitas belajar di wilayah yang membutuhkan.

“Di Aceh Timur, saya melihat langsung bagaimana bencana bisa merusak ruang kelas, tetapi tidak mematahkan semangat anak-anak untuk tetap datang ke sekolah dan belajar. Itu yang paling membekas bagi saya,” kata Maudy Ayunda, Pendiri Maudy Ayunda Foundation.

“Sering kali yang kurang bukan lah kemauan dan semangat anak-anak untuk belajar, tetapi akses dan ruang yang memungkinkan bagi mereka untuk terus melanjutkan pendidikan. Ketika akses pendidikan sudah terbatas sejak awal, bencana seperti ini bisa membuat kesempatan belajar anak-anak semakin timpang. Kami percaya bahwa setiap anak tetap berhak atas pendidikan yang layak, bahkan di tengah situasi yang paling sulit sekalipun. Karena itu, dukungan pendidikan pascabencana menjadi sangat penting,” ujar Maudy. 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita celebrity lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement