Terkait protes warganet tersebut, Sri Wahyuni selaku Sekda Kaltim memberikan penjelasan. Dia mengatakan, rencana pengadaan mobil dinas senilai Rp8,5 miliar tersebut telah melalui pertimbangan matang.
Budgeting, menurutnya, didasarkan pada kebutuhan kedinasan dan efektivitas kerja kepala daerah. Mobil itu nantinya harus bisa menjangkau wilayah Kaltim yang punya karakteristik geografis ekstrem.
"Kondisi jalanan di Kaltim seringkali berlumpur dan berbatu. Kendaraan multifungsi dengan kemampuan off-road yang mumpuni sangat diperlukan agar agenda kerja pimpinan tidak terhambat kendala teknis di lapangan," tutur Sri.
Dalam lanjutan keterangannya, Sri Wahyuni mengungkapkan, anggaran Rp8,5 miliar itu ditujukan untuk pengadaan satu unit mobil SUV hybrid dengan mesin berkekuatan 3.000 cc. Namun dia enggan membocorkan merek dan jumlah mobil yang akan dibeli.*
(SIS)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri