JAKARTA – Podcaster sekaligus youtuber Deddy Corbuzier mengungkapkan kekecewaannya terhadap kakek penjual es gabus di Bogor yang belakangan ini viral karena difitnah menjual es dari spons.
Melalui unggahan di akun media sosialnya, Deddy menyebut bahwa baru mengetahui narasi kemalangan yang disampaikan pria tersebut diduga kuat merupakan kebohongan. Hal itu terkuak setelah dirinya berkomunikasi melalui pesan singkat (Direct Message) dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) yang sebelumnya mengundang Sang Kakek untuk bertemu.
“Aduh, aduh, aduh, aduh, bapak penjual es gabus. Pak, ini ah, aduh. Ya gini aja gua mau ngomongin tentang Bapak penjual es gabus tersebut. Jadi Pak KDM itu kemarin DM gua dengan isi videonya dia, terus dia ngomong sama gua,” kata Deddy dalam unggahan video di instagramnya, dikutip Sabtu (31/1/2026).
Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan obrolan dengan KDM, sang kakek ternyata tidak jujur ihwal bantuan dan kondisi ekonomi yang dihadapinya pasca terkena fitnah hingga viral di media sosial. "Isinya ternyata dengan Pak KDM, semuanya bohong. Bantuan dibilang tidak ada, motor dipakai sama siapa lah, uang sekolah Rp4 juta. Pokoknya kacau," ungkap dia.
Deddy menyayangkan sikap sang kakek yang memanfaatkan simpati publik untuk mencari keuntungan pribadi. Padahal, lanjut dia, netizen dan berbagai instansi sebenarnya sudah memberikan perhatian besar dan siap menyalurkan bantuan. “Ah, gitulah masyarakat ya. Kadang-kadang kalau Ada musibah ya, lalu akhirnya dipakainya untuk mencari keuntungan, kesempatan dalam kesempitan,” tambah Deddy.
Ia menilai, tindakan seperti itu sangat berbahaya karena dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap kasus-kasus kemanusiaan serupa di masa depan. "Lama-lama orang nggak percaya lagi loh sama kasus-kasus begini. Padahal netizen itu sudah baik banget, sudah peduli banget sama Bapak," tandas dia.
Di sisi lain, Deddy secara berterima kasih kepada Dedi Mulyadi yang telah mengundang dan mengkonfirmasi langsung fakta kepada pria tersebut. Meskipun merasa kecewa, Deddy tetap menutup narasinya dengan gaya khasnya yang santai namun menyindir fenomena sosial tersebut.
“Saya telepon dulu ya, mau ngirim Babinsa lima lagi, pak,” cetus Deddy.
Namun sindiran tersebut lebih diperhalus dengan keterangan unggahan Deddy. Ia menuliskan bahwa maksud mengirimkan Babinsa adalah untuk mengayomi sang kakek. “Kirim Babinsa lagi lah 5, buat MENGAYOMI LOH YAAA!!!!!,” tulis dia.
(kha)