BOGOR - Penyanyi Zul Zivilia dan Putri Ajeng (mantan personel 7Icons) selaku warga binaan bekolaborasi menciptakan sebuah karya dari dalam Lapas. Lagu itu berjudul Sabar-Sabar Ade yang dirilis di Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Rabu, 21 Januari 2026.
Diketahui, perilisan lagu itu sebagai pendukung bagi warga binaan. Kolaborasi antara Zul Zivilia selaku Warga Binaan Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur dengan Putri Ajeng, Warga Binaan Lapas Kelas IIA Tangerang sekaligus mantan personel grup musik 7Icons ini menjadi salah satu penerapan program tersebut.
"Ini merupakan bagian dari pembinaan bagi warga binaan dalam bidang industrui kreatif, pengembangan bakat dalam bidang seni. Semua warga binaan diberikan hak untuk mengembangkan bakatnya, sebagai wujud pembekalan mereka untuk kembali ke masyarakat nantinya," kata Direktur Tekhnologi dan Kerjasama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Maullidi Hilak, dalam acara tersebut.
"Dengan kondisi itu diharapkan mereka tidak kembali melakukan pidana dan sebaliknya dapat mendukung pembangunan negara kita ini melalui industri ekraf," tambahnya.
Hilal menegaskan kesempatan ini bukan hanya diberikan kepada Zul, tetapi juga semua warga binaan yang berpotensi sama. Sebagai contoh, lahirnya grup hip hop dari warga binaan di Papua hingga Antrabez Band Lapas Kerobokan Bali.
Lagu Sabar-Sabar Ade sendiri menceritakan kisah sepasang kekasih yang memiliki keinginan untuk segera menikah, namun harapan itu harus tertunda.
Proses perekaman lagu dilakukan di studio musik milik Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur dengan metode hybrid recording melalui kolaborasi antarlapas serta tetap memperhatikan aspek keamanan.
Kepala Lapas Khusus Gunung Sindur, Wahyu Indarto menyampaikan bahwa seluruh tahapan pembuatan karya tersebut dilaksanakan sesuai dengan prosedur pengamanan yang berlaku.
"Proses pembuatan karya Zul Zivilia dan Putri Ajeng dilakukan melalui prosedur pengamanan yang ketat dengan memanfaatkan studio musik milik Lapas Khusus Gunung Sindur," ujarnya.
Pembuatan lagu ini berlangsung sejak November hingga Januari 2026 dan menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian yang diselenggarakan Ditjenpas bagi Warga Binaan.
Wahyu juga menjelaskan bahwa penciptaan lagu tersebut merupakan bentuk pembinaan yang bertujuan mengembangkan potensi dan kreativitas Warga Binaan.
"Kami memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk tetap berkarya. Lagu Sabar-Sabar Ade dibuat selama mereka menjalani pembinaan dengan memanfaatkan studio musik," ujar Wahyu.
Dalam kesempatan itu, Zul Zivilia pun bersyukur bisa menghasilkan karya di tengah masa penahanannya dan pembinaan yang padat.
"Selama berada di dalam Lapas, jadwal saya sangat sibuk mengikuti berbagai pembinaan. Namun, saya bangga karena kesibukan tersebut berbuah karya lagu yang tetap menghidupkan industri kreatif," ujarnya.
Zul mengaku perilisan lagu barunya ini bagian dari upaya mempertahankan eksistensi di dunia musik.
"Saya mengucapkan terimakasih kepada Pak Kalapas dan jajaran yang telah memberikan saya ruang untuk terus berkarya hingga saat ini sebagai bagian dari program pembinaan yang saya ikuti," tandasya.
(kha)