Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cerita Riryine Jadi Cosplayer dan Konten Kreator Anime, Sempat Ditolak Ibunda

Khafid Mardiyansyah , Jurnalis-Rabu, 07 Januari 2026 |19:18 WIB
Cerita Riryine Jadi Cosplayer dan Konten Kreator Anime, Sempat Ditolak Ibunda
Riryine cosplay menjadi karakter Kafka
A
A
A

JAKARTA - Tidak semua perjalanan karier dimulai dengan rencana yang matang. Bagi Riryine, seorang kreator konten dan cosplayer profesional, jalan hidupnya justru terbentuk dari serangkaian eksperimen dan keberanian untuk keluar dari zona nyaman.

Lahir di Medan pada 25 Juni 1998 dengan nama asli Felicia Yauwin, Riryine menghabiskan masa remajanya sebagai penikmat pasif budaya pop Jepang. Saat itu, menjadi seorang penggemar anime atau otaku di lingkungannya bukanlah hal yang mudah diekspresikan. 

Tantangan biaya kostum yang mahal serta pandangan orang tua yang belum menyetujui hobi ini membuatnya memilih untuk menyimpannya sendiri.

Perubahan besar terjadi ketika Riryine memutuskan merantau ke Jakarta untuk menempuh pendidikan kuliah. Ibu kota menawarkan sesuatu yang tidak ia temukan sebelumnya, yakni komunitas. 

Bergabung dengan unit kegiatan mahasiswa di kampusnya membuka mata Riryine bahwa ia tidak sendirian. Dorongan dari teman-teman satu frekuensi inilah yang memberinya keberanian untuk melakukan debut cosplay pertamanya pada 2018 sebagai karakter Watanabe You.

Namun, kedewasaan Riryine dalam berkarya justru ditempa oleh situasi krisis. Pandemi COVID-19 pada 2020 yang memaksa banyak orang berdiam di rumah menjadi titik balik baginya. Alih-alih berhenti, ia memanfaatkan waktu luang saat bekerja dari rumah (WFH) untuk mendalami aspek teknis pembuatan konten.

Riryine menyadari bahwa sekadar memakai kostum tidak cukup untuk bertahan di era media sosial. Ia mulai mempelajari cara kerja algoritma TikTok, teknik penyuntingan video, hingga detail tata rias secara mandiri. Proses belajar otodidak inilah yang perlahan meningkatkan kualitas visualnya.

Keseriusan Riryine semakin terlihat saat ia memutuskan untuk mengelola aset ruko keluarga yang sedang kosong. Ia mengubah ruang tersebut menjadi studio foto yang layak. Langkah ini memberinya ruang gerak bebas untuk berkarya setiap hari tanpa terkendala lokasi.

Konsistensi yang ia bangun akhirnya membuahkan pengakuan. Kualitas kontennya menarik perhatian berbagai mitra industri, mulai dari pengembang gim global seperti Hoyoverse dan NIKKE, hingga jenama teknologi seperti OPPO. Prestasi kompetitif pun menyusul, termasuk menjadi juara pertama dalam kompetisi daring NIKKE Cosplay dan ajang Rising Star Jakarta pada 2023.

Kini, Riryine memandang profesinya dengan kacamata yang lebih luas. Ia tidak lagi hanya fokus pada dirinya sendiri. Ada keinginan kuat untuk berkontribusi balik kepada komunitas yang telah membesarkan namanya.

"Visi saya ingin menciptakan ruang aman bagi para kreator budaya pop untuk berkarya," ujarnya.

Untuk mewujudkan hal itu, Riryine kini tengah menyusun rencana perjalanan ke luar negeri. Ia ingin melihat langsung bagaimana ekosistem budaya pop di negara lain berjalan. Riryine berharap pengalaman tersebut dapat memberinya wawasan baru tentang gaya dan manajemen kreator global, yang nantinya bisa ia bagikan untuk memajukan komunitas di Indonesia.

(kha)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita celebrity lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement