Hard Gumay menduga sejumlah isu yang mencuat dan menjadi sorotan publik sengaja dibesar-besarkan. Menurutnya, hal tersebut berkaitan dengan upaya menjatuhkan elektabilitas Ridwan Kamil di dunia politik.
“Kelihatannya memang sengaja di-blow up supaya menjatuhkan elektabilitas Pak Ridwan Kamil, supaya enggak jadi Gubernur DKI, supaya enggak masuk Kabinet Merah Putih,” kata Hard Gumay.
Meski begitu, Gumay menegaskan kesalahan tetap tidak bisa dibenarkan dan harus dilihat secara objektif, apalagi dalam konteks kinerja sebagai pejabat publik. Saat ditanya apakah Ridwan Kamil masih memiliki peluang untuk bangkit, Hard Gumay menyebut proses pemulihan membutuhkan waktu.
Ia memprediksi nama Ridwan Kamil akan kembali membaik dalam beberapa tahun ke depan.
“Butuh waktu beberapa tahun. Nama Pak Ridwan Kamil insyaallah akan baik kembali, akan bagus kembali,” tutup Hard Gumay.
(kha)