Share

Cari Tahu Peran Joe Taslim Sebagai Pendekar Pedang Paling Kejam di Film The Swordsman

Santi Florensia Sitorus, Okezone · Sabtu 20 Agustus 2022 13:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 20 598 2651229 cari-tahu-peran-joe-taslim-sebagai-pendekar-pedang-paling-kejam-di-film-the-swordsman-8NNAgARCtl.jpg Film Korea Swordsman. (Foto: MNC Pictures)

JAKARTA - The Swordsman adalah film aksi sejarah asal Korea Selatan yang dirilis pada tahun 2020. Film ini disutradarai oleh Choi Jae Hoon dan dibintangi oleh Jang Hyuk, Kim Hyun Soo, hingga aktor asal Indonesia, Joe Taslim.

The Swordsman berlatar pada era kekaisaran dinasti Joseon yang saat itu dipimpin oleh seorang raja bernama Gwanghae Jun. Di awal film, ditampilkan adegan sang raja bersama anak bayinya dan juga pengawalnya yang tengah melarikan diri dari pemberontak yang akan menggulingkan tahtanya. Para pemberontak tersebut adalah beberapa pejabat yang dulunya mendukung raja Gwanghae, namun karena sang raja tidak mengambil keputusan terhadap konflik antara Dinasti Ming dan Dinasti Qing.

Para pejabat kecewa dan memutuskan untuk menggulingkan pemerintahan Gwanghae untuk membentuk pemerintahan baru yang mendukung Dinasti Ming yang dianggap sudah membantu kerajaan Joseon selama ini.

Malam itu, seorang pengawal dan pendekar pedang terbaik di kerajaan yang bernama Gyom Sa Bok berusaha menjaga raja dan bayinya dengan melakukan duel dengan pendekar kerajaan lain yang bernama Min Seung Ho. Sebetulnya, Min Seung Ho masih ragu dengan pemberontakan ini karena kebaikan dari Raja Gwanghae, namun karena provokasi dari pejabat lain ia pun melawan Gyom Sa Bok. Pertarungan berlangsung sengit hingga pedang Sa Bok hancur dan pecahannya mengenai mata.

Melihat hal tersebut, Raja Gwang Hae menghentikan pertarungan dan menyatakan mundur dari tahtanya sebagai raja untuk dibawa ke sebuah tempat perasingan. Ia pun kemudian menyerahkan anaknya yang masih bayi kepada Sa Bok untuk dirawat hingga dewasa, berikut dengan sepotong jubah merahnya yang robek.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Bertahun-tahun kemudian, Sa Bok yang mengganti namanya menjadi Tae Yul yang lebih tua tinggal bersama anak dari Raja Gwang Hae, Tae-ok. Mereka berdua bekerja bersama dalam sebuah pegunungan hingga mata Tae Yul mengalami gangguan penglihatan dan hanya bisa diobati oleh ramuan yang harganya sangat mahal dan hanya tersedia bagi mereka yang memiliki hubungan politik.

Di saat yang sama, Kerajaan Joseon yang sudah berganti Raja bertemu dengan pejabat termasuk Seung Ho dan Muk Yo yang membahas solusi dari dinasti Qing yang kejam yang melakukan penjajahan dan memperbudak masyarakat Joseon karena mendukung dinasti Ming. Istana kerajaan Joseon kemudian menerima kunjungan dari Gurutai, seorang kerabat kaisar Qing yang telah memperkaya dirinya sendiri dengan memperbudak dan menjual tawanan yang diambil selama invasi Qing baru-baru ini ke Joseon.

Dengan bangsa mereka yang sudah menderita di bawah pemerintahan Qing yang korup, Raja dan para penasehatnya khawatir Gurutai akan segera memaksa mereka untuk menyerahkan anak-anak mereka sendiri sebagai "penghormatan" kepada para bangsawan Qing. Lee Mok Yo, seorang anggota pengadilan yang dihormati, memutuskan untuk menulis petisi kepada Raja untuk mulai secara terbuka menentang Qing dan tuntutan mereka. Dia juga meminta bantuan Seon untuk menemukan seorang gadis muda untuk merawat ibunya yang sudah lanjut usia; Seon merekomendasikan Tae-ok, yang sama-sama bersemangat dengan prospek diadopsi oleh keluarga kaya dan mendapatkan ramuan yang dibutuhkan ayahnya.

Tidak disangka, ternyata dijadikannya Tae Ok sebagai anak angkat hanyalah sebuah alibi untuk menjadikan Tae Ok sebagai budak untuk kerajaan Qing. Tae Ok pun diculik saat Gurutai dan rombongan pembunuh pribadinya melakukan penyergapan. Mengetahui Tae Ok diculik, Tae Yul mencari dan berhasil menemukan kamp budak utama yang digunakan oleh Gurutai dan membakarnya ke tanah setelah membantai para penjaga dan membebaskan mereka yang ditawan di dalamnya. Satu-satunya yang selamat setuju untuk membawanya ke kompleks pribadi Gurutai.

Singkat cerita, terjadi duel antara Gurutai dan Tae Yul di mana Tae Ok memerintahkan pelayan wanitanya untuk menahan Tae Ok di bawah todongan pisau. Gurutai awalnya berada di atas angin, tapi Tae-yul berhasil menikamnya melalui leher dan lalu menyelamatkan Tae-ok, sebelum melucuti senjata dan menusuk Gurutai dengan pedangnya. Tae Ok dan budak lainnya akhirnya bebas, dan Tae Yul memeluk putrinya saat perlahan-lahan matanya menjadi buta total.

Buat yang penasaran dengan recap lebih detail tentang film The Swordsman, langsung aja cek videonya hanya di YouTube Channel Recap King, ya!

PT Suara Mas Abadi (SMA) dengan label Hits Records adalah perusahaan bergerak dalam bidang industri rekaman di bawah PT Star Media Nusantara (SMN) yang merupakan bagian dari PT MNC Studios International Tbk.

Hits Records memantapkan fokusnya kepada karya musik bergenre Pop, Folks, RnB, dll. Kesuksesan Hits Records dapat dilihat dari talenta-talenta yang dimiliki, seperti Andmesh Kamaleng, Mahalini Raharja, Nuca, Novia Bachmid, dll.

PT Suara Mas Abadi mengembangkan diri dengan membentuk divisi digital yang diberi nama StarHits dengan fokus untuk monetisasi aset digital MNC group, bekerjasama dengan banyak konten kreator untuk memproduksi konten yang bermutu.

StarHits juga ditunjuk oleh YouTube sebagai MCN (Multi Channel Network). Selain menyediakan layanan dalam pengelolaan konten, StarHits memiliki tujuan untuk mendistribusikan konten secara efektif ke seluruh platform media untuk meningkatkan jangkauan audiens, perlindungan konten atau hak cipta, & monetisasi konten.

Temukan kami di:

Website: https://www.starhits.id/

Facebook: https://www.facebook.com/starhitsidn

Twitter: https://twitter.com/Starhitsid

Instagram: https://www.instagram.com/starhitsid/

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini