Share

Ini Pengakuan Mengejutkan Tamara Bleszynski Pindah Agama Katholik ke Islam

Feby Tiara Sopian, Jurnalis · Rabu 13 April 2022 04:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 12 33 2577673 ini-pengakuan-mengejutkan-tamara-bleszynski-pindah-agama-katholik-ke-islam-CuXJoptb0I.jpg Tamara Bleszynski. (Foto: Instagram)

KISAH Tamara Bleszynski pindah agama Katholik ke Islam menjadi perhatian. Tamara Bleszynski mualaf dimulai pada 1995.

Kala itu, sang aktris mulai memiliki ketertarikan dengan Islam, agama yang dianut ibunya. Keinginan mempelajari Islam semakin kencang ketika dia menempuh pendidikan di Australia.

Mantan istri Mike Lewis itu lahir di keluarga beda agama. Sang ayah, Zbigniew Bleszynski berasal dari Polandia dan penganut agama Katolik. Sementara ibunya, Farida Gasik berdarah Sunda dan beragama Islam.

Ketika kedua orangtuanya bercerai pada 1981, Tamara yang kala itu masih berusia 7 tahun menjadi rebutan. Namun pengadilan kemudian menyerahkan hak asuh sang aktris kepada ayahnya, Zbigniew. Di bawah pengasuhan sang ayah, Tamara Bleszynski dibesarkan dalam iman Katolik.

Namun di usia remaja, saat menuntut ilmu di Australia, dia mengaku mendapat hidayah untuk memeluk agama Islam.

 BACA JUGA:5 Fakta Tamara Bleszynski Mualaf, Hidayah di Australia hingga Tudingan Murtad

Dikutip dari situs Masuk Islam, suatu sore, saat berkumpul bersama teman-temannya di halaman sekolah, dia melihat ke langit dan melihat bulan sabit dikelilingi bintang.

“Saya menyadari bahwa pemandangan menakjubkan tersebut sebenarnya sering saya lihat di Indonesia. Ternyata bentuk bulan sabit yang saya lihat itu adalah lambang yang terdapat di kubah atau menara masjid,” tuturnya.

 tamara

Tamara menambahkan, “Pemandangan itulah yang mengantarkan saya kepada Islam. saya bersyukur dapat hidayahNya justru saat berada jauh di negeri orang. Sejak kejadian itu saya tertarik untuk mengetahui Islam lebih dalam.”

Setelah penglihatan itu, Tamara Bleszynski semakin tertarik untuk mengenal Islam lebih dalam. Alasan lain yang membuat dirinya jatuh cinta pada agama tersebut adalah ketaatan para pemeluknya.

Akhirnya, Tamara mulai mempelajari Alquran dan membaca banyak buku kisah para nabi. “Setelah melalui proses pengamatan dan belajar selama beberapa bulan, akhirnya saya putuskan untuk memeluk agama Islam,” katanya.

Setelah yakin, Tamara Bleszynski kemudian mengungkapkan keputusannya itu kepada kedua orangtuanya. Sang ibu yang memang seorang muslim, menyambut baik keinginan putrinya tersebut.

“Di lain pihak, papa tidak menghalangi niat baik saya. Beliau berusaha menerima dan mendukung keputusan saya. Mereka adalah orangtua yang sangat demokratis,” tuturnya lagi.

Tinggal lama di Indonesia, membuat mendiang Zbigniew Bleszynski memiliki toleransi sangat tinggi terhadap umat muslim. Dia bahkan kerap menyumbang untuk pembangunan masjid dan membagikan makanan selama Ramadan.

Setelah resmi menjadi mualaf, Tamara Bleszynski mengaku, tidak mudah menjalankan agama barunya. Tantangan terbesar yang dihadapinya adalah salat. Untuk bisa cepat memahami gerakan salat, dia membaca buku berisi tuntunan salat.

“Tak sampai 1 bulan, saya sudah hapal semua bacaan dan gerakan salat. Alhamdulillah, saya sudah bisa menjalankan salat lima waktu,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini