Kolaborasi Unik Indra Lesmana Bareng Aksan Sjuman Selama Pandemi

Dewi Kania, Jurnalis · Minggu 09 Januari 2022 05:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 08 205 2529358 kolaborasi-unik-indra-lesmana-bareng-aksan-sjuman-selama-pandemi-eE6SLK4URC.jpg Indra Lesmana dan Aksan Sjuman. (Foto: Instagram)

INDRA Lesmana dan Aksan Sjuman berkolaborasi menciptakan speaker studio monitor. Mereka juga menggandeng arsitek, Raul Renanda.

Indra Lesmana, maestro yang tak perlu diragukan lagi kemampuannya dalam bermusik. Tak cuma aktif bernyanyi, ia juga merambah ke bidang mixing, mastering.

Tak cukup itu, dia juga mencoba merancang perangkat speaker aktif berkonsep LSR the Java Series yang cocok dipakai para musisi profesional. Alat ini untuk merekam suara musik agar semakin didengar merdu.

 Indra aksan

Indra Lesmana mengatakan, dalam proses menciptakan atau memproduksi musik, musisi bekerja untuk mendengar musik di satu ruangan dalam waktu yang cukup lama. Maka musisi harus nyaman mengerjakan, sehingga karya musiknya akan semakin disukai oleh pendengar.

"Untuk itu, hal yang paling esensial adalah bekerja dengan speaker yang kita yakini dapat merepresentasikan musik dengan frequency response secara akurat dan tidak melelahkan di telinga," ujarnya dikutip dari keterangan Sinar Baja Electric.

Sementara itu, lama tak berkarya bersama band Potret, Drummer Wong Aksan ternyata terjun ke bidang seni membuat alat musik, seperti gitar, bass, dan piano. Sudah klop dengan apa yang dikerjakan Indra Lesmana, ia pun berkolaborasi.

Ya, Wong Aksan ini juga dikenal sebagai seorang komposer untuk film dan teater. Ia pun senang akhirnya bisa berkarya lagi bersama rekan musisi besar seperti Indra Lesmana.

"Setelah sekian lama berkecimpung dalam pembuatan alat musik seperti gitar dan piano, di mana kualitas suara yang dihasilkan oleh alat musik tersebut sangat penting, tentunya saya ingin melanjutkannya dengan membuat speaker yang menghasilkan suara dengan jujur seperti alat musik aslinya," kata Aksan.

Raul Renanda yang juga terlibat dalam kolaborasi ini ternyata merasa kesulitan. Ia merasakan ini adalah pekerjaan yang sulit.

"Mendesain speaker ini adalah pekerjaan yang sangat sulit, yaitu memberikan karakter desain yang iconik tanpa menjadi elemen yang mendominasi fungsi utama speaker ini," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini