Share

Profil Idang Rasjidi, Musisi Jazz Senior yang Meninggal di Usia 63 Tahun

Ravie Wardani, Jurnalis · Minggu 05 Desember 2021 09:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 05 33 2512099 profil-idang-rasjidi-musisi-jazz-senior-yang-meninggal-di-usia-63-tahun-V9LxehkLC0.jpeg Idang Rasjidi (Foto: Instagram/ @shadu_rasjidi)

JAKARTA- Kabar duka datang dari musisi Tanah Air, Idang Rasjidi. Pria 63 tahun tersebut meninggal dunia lantaran penyakit komplikasi pada 4 Desember 2021 pukul 23.35 WIB. 

Idang Rasjidi lahir di Pangkalpinang, Bangka Belitung pada 26 April 1958. Dia dikenal sebagai musisi jazz senior dan memulai karirnya pada 1989.

Sang musisi juga dikenal lantaran kepiawaiaannya dalam bermain piano. Selain itu, dia juga dapat menirukan suara dari berbagai alat musik seperti trumpet, trombone, dan perkusi sebagai suara dua. 

Idang Rasjidi

BACA JUGA:

Berduka Musisi Jazz Idang Rasjidi Meninggal, Andien Aisyah: Kamu Adalah Legenda

- Gara-Gara Ini Doni Salmanan Jadi Makin Terkenal

Awal karir Indang dimulai ketika dirinya berkenalan dengan Abadi Soesman yang mengajaknya bergabung dalam acara anak-anak di TVRI. Ketika itu, dia bermain sebagai pemain bass. Kemudian Idang dipercaya untuk mengisi keyboard di kelompok musik Abadi Soesman Band.

Sejak itulah nama Idang Rasjidi mulai dikenal sebagi seorang pianis yang memiliki warna jazz. Dia mendapatkan dasar bermain piano dari guru pianonya yang pertama, Ny. Kardana. Sementara itu pengembangannya ia dapat dengan belajar sendiri.

Kepiawaian Idang dalam bermain piano semakin terasah setelah dia berinteraksi dengan seniornya Ireng Maulana dan Kiboud Maulana. Lalu, dia bergabung dalam wadah Ireng Maulana Associate. Dia  juga banyak menimba pengalaman bersama Maryono (saxophone), Benny Mustapha (drum), Oele Pattiselanno (gitar), Benny Likumahuwa (Trombone), Dullah Suweileh (perkusi), Jeffrey Tahalele (bass) ketika mereka tergabung dalam band The Galatic.

Selain bersama para senior, Idang juga bermusik dengan rekan-rekan musisi seangkatannya. Bersama Indra Lesmana, ia membentuk Indra Lesmana- Idang Rasjidi Reformation Jazz. Kemudian bersama Candra Darusman, Jopie Item dan Hari Subardja, Uche Haryono, Tito Sumarsono, Idang terlibat dalam rekaman Tika Bisono dan Denny Hatami.

Idang juga pernah membentuk Jakarta All Stars bersama Kiboud Maulana, anggota grup lainnya terdiri dari alm. Embong Rahardjo (saksofone), Cendi Luntungan (drum), Jeffrey, dan Adjie Rao (perkusi). Banyak pentas jazzinternasional sudah Idang singgahi.

Sedikitnya The Djakarta All Star telah empat kali tampil di arena North Sea Jazz Festival, Belanda. Pengalaman yang sama juga Idang rasakan pada grup Trigonia. Grup latin fusion jazz ini dibentuk Idang bersama Cendi Luntungan dan Yance Manusama.

Trio ini tidak kalah saktinya dengan The Djakarta All Star. Mereka juga telah beberapa kali melanglang buana ke North Sea Jazz Festival di Belanda dan bahkan pernah melakukan konser tunggal di Malaysia.

Album yang pernah dihasilkan oleh Idang antara lain satu solo album yang berjudul Heaven and Earth, dirilis pada tahun 1996-an dan album Jazzy Christmas Margie Segers. Kerja sama ini berlanjut dengan pembuatan album Idang sendiri yang berjudul Jazzy Piano.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini