TOKYO - Kyoko Kimura, mantan pegulat wanita Jepang sekaligus ibu mendiang Hana Kimura berbicara terbuka tentang kematian sang putri untuk pertama kalinya. Kepada Asahi, dia mengaku, ingin semua orang tahu fakta seputar kematian sang putri.
Dia mengklaim, Terrace House acara reality show yang dibintangi sang putri sebagai program yang sarat akan rekayasa. Hal itu, diketahuinya sekitar 8 hari sebelum Hana memutuskan untuk bunuh diri.

Mendiang Hana Kimura bercerita pada ibunya bahwa produser Terrace House memintanya untuk marah dan menampar bintang pria dalam acara tersebut. Kyoko juga mengungkapkan bahwa produser itu tak peduli dengan kondisi mental putrinya.
“Mungkin, produser itu berpikir bahwa memukul orang bukan hal yang sulit bagi Hana (mengingat dia seorang pegulat). Mereka hanya mengutamakan rating acara itu,” ujar Kyoko Kimura kepada Asahi seperti dikutip dari AsiaOne, Senin (13/7/2020).
Dalam wawancara terpisah dengan majalah Shukan Bunshun, Kyoko Kimura menuding, staf produksi Terrace House memaksa putrinya untuk membuat adegan cekcok itu terlihat lebih heboh. “Jadi perseteruan dengan lawan mainnya itu sudah disetting oleh staf produksi Terrace House,” ungkapnya.
Baca juga: Pesan Haru Hana Kimura untuk sang Ibu sebelum Bunuh Diri

Namun pernyataan Kyoko Kimura itu dibantah oleh Toru Ota, juru bicara Fuji Television Network selaku rumah produksi yang memproduksi Terrace House. Dia mengaku, tak pernah ada permintaan tim produksi agar Hana menampar lawan mainnya.