nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pentas ke-33, Indonesia Kita Hadirkan Lakon Toean Besar

Kamis 12 September 2019 11:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 12 33 2103902 pentas-ke-33-indonesia-kita-hadirkan-lakon-toean-besar-sNPTbvEdCO.jpg

Saat beragam persoalan menerpa bangsa, maka merawat semangat ke-Indonesia-an harus secara terus-menerus diupayakan. Dan pentas-pentas Indonesia Kita sebagai jalan kesenian merupakan bentuk ikhtiar melestarikan semangat itu.

Di pentas ke-33 ini, Indonesia Kita mencoba merefleksikannya melalui lakon “Toean Besar”. Tim Kreatif Indonesia Kita memilih tema utama “Jalan Kebudayaan Jalan Kemanusiaan” sebagai benang merah dari pentas-pentas yang diselenggarakan di sepanjang tahun 2019 karena menyadari pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dan keberagaman dalam kehidupan sosial.

Penggagas Indonesia Kita, Butet Kartaredjasa mengatakan, “Ketika jalan kemanusiaan direfleksikan melalui pertunjukan Indonesia Kita, maka semakin terasa relevan untuk mengajak, menemukan dan menumbuhkan kembali kepekaan, kesadaran dan kemanusiaan kita. Sebab seni pertunjukan sering diibaratkan seperti oase di tengah kegersangan. Indonesia Kita menghadirkan seni di antara masyarakat yang melampaui sekat dan batas-batas suku, agama dan orientasi politik”.

Direktur Kreatif Indonesia Kita Agus Noor bahkan menyebutkan, seni merupakan refleksi kompleksitas manusia dengan beragam dimensi. Kesadaran ini menjadi dasar untuk mengolah gagasan-gagasan kreatif dalam menciptakan pertunjukan Indonesia Kita sepanjang tahun 2019. "Kita semua berada di antara gegap gempita peristiwa politik, namun kebudayaan mengingatkan kita untuk memuliakan kemanusiaan.”ujar Agus.

Program Indonesia Kita menampilkan lakon Toean Besar

Sinopsis Lakon Toean Besar

Di sebuah Negeri, di dalam Istana, sedang terjadi kasak-kusuk. Ada kabar yang menggegerkan, seseorang yang disebut-sebut sebagai “Toean Besar” akan datang. Kabar ini membuat panik banyak orang. Dari bawahan sampai Kepala Istana dipenuhi kesibukan bercampur rasa penasaran. Toean Besar adalah seseorang dengan sosok yang misterius. Ada yang mengatakan, “Toean Besar adalah orang yang super kaya dan mau menggelontorkan modalnya untuk kepentingan rakyat”. Ada pula yang menambahkan, “Toean Besar itu, selain kaya raya, juga ganteng dan bertubuh besar”.

Mendengar namanya disebut saja, sudah membuat banyak orang di lingkungan Istana sigap dan ingin mengambil kesempatan untuk bertemu, meskipun hanya untuk berfoto bersama. Siapa sebenarnya Toean Besar, tak ada yang benar-benar mengetahui. Namun kasak-kusuk yang berlangsung pada akhirnya memicu timbulnya sikap saling mempengaruhi dan perilaku juga ikut berubah. Bermacam intrik dan kekonyolan mulai terjadi.

Untuk bisa bertemu Toean Besar, ada yang mengubah penampilan agar status sosial meningkat, ada pula yang nekat menyamar menjadi sang Toean Besar dan mengaku-aku dirinya sebagai Toean Besar. Ketika orang mulai mengubah diri, tak hanya gaya dan penampilan, tetapi identitas diri dan sikap juga berubah. Ada yang semula bermusuhan berubah menjadi berteman, ada pula yang tadinya kompak, tiba-tiba menikung begitu melihat peluang. Mereka akhirnya saling berbohong dan saling menipu. Dan sejarahpun ikut dipermainkan, demi mencapai tujuan.

Ada yang spesial di lakon ini, bersama aktor dan komedian, para wartawan dari beberapa media nasional ikut tampil dalam pentas Toean Besar. Bagaimana cerita ini dipentaskan? Saksikan penampilan ke-33 Indonesia Kita yang selalu membawa pesan: Jangan Kapok Menjadi Indonesia.

Program Indonesia Kita 2019

Jalan Kebudayaan Jalan Kemanusiaan

Pentas ke-33

Judul Pentas : Toean Besar

Jadwal : 2 kali pentas

Jumat, 20 September 2019 - Pukul 20.00 WIB

Sabtu, 21 September 2019 - Pukul 20.00 WIB

Venue : Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jl. Cikini Raya 73, Jakarta.

Tim Kreatif : Butet Kartaredjasa, Agus Noor, Djaduk Ferianto, Putu Fajar Arcana

Naskah & Sutradara : Agus Noor

Penata Tari : Josh Marcy

Penari : Josh Marcy Company

Penata Musik : Arie Pekar

Pemusik : Jakarta Street Music

Pemain : Cak Lontong, Marwoto, Akbar, Mucle, Inaya Wahid, Amie Ardhini,

Putri Minangsari, Wisben, Joned, Boris Bokir, Abdur Arsyad,

Joind Bayuwinanda, Al Sobry, Benny Benke. Budi Adiputro, Dwi Sutarjanto,

Erin Metasari

HTM:

PLATINUM Rp. 750.000 | VVIP Rp. 500.00 | VIP Rp. 300.000 | BALKON Rp. 150.000

Reservasi Tiket:

www.kayan.co.id | www.blibli.com

Informasi:

Kayan Production & Communications

0895 3720 14902 | 0813 1163 0001

Tentang Program Indonesia Kita

Indonesia Kita mulai menggelar pertunjukan sejak tahun 2011, dan sejak itulah pentas-pentas yang diadakan menjadi “laboratorium kreatif” bagi berbagai seniman, baik lintas bidang, lintas kultural dan lintas generasi. Dari satu pentas ke pentas lainnya, pada akhirnya mengkristal menjadi sebuah ikhtiar untuk semakin memahami bagaimana proses “menjadi Indonesia”.

Sebagai sebuah bangsa, Indonesia adalah sebuah “proses menjadi”, yakni sebuah proses yang terus menerus diupayakan, proses yang tak pernah selesai, untuk mencapai apa yang menjadi cita-cita bersama, yaitu menjadi 'sebuah bangsa yang berkebudayaan’.

Indonesia Kita telah menjadi sebuah forum seni budaya yang bersifat terbuka, yang mempercayai jalan seni dan kebudayaan sebagai jalan yang sangat penting untuk mendukung 'proses menjadi Indonesia” itu. Terlebih-lebih ketika Indonesia hari ini seperti rentan dan penuh berbagai persoalan, maka merawat semangat ke-Indonesia-an menjadi sesuatu yang harus secara terus-menerus diupayakan.

Indonesia Kita yang secara berkala dan rutin diselenggarkan, pada akhirnya telah mampu meyakinkan penonton untuk melakukan apa yang seringkali disebut oleh Butet Kartaredjasa, sebagai “ibadah kebudayaan” yakni semangat untuk bersama-sama mendukung dan mengapresiasi karya seni budaya.

Pentas-pentas Indonesia Kita mendapat apresiasi yang baik, tanggapan positif, dan mampu menjadi ruang interaksi tidak hanya antara seniman dan masyarakat penonton, melainkan juga antara penonton dan penonton. Sebuah komunitas kultural terbentuk, di mana penonton kemudian menghadiri pentas-pentas Indonesia Kita, sebagai wujud dari “ibadah kebudayaan”.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini