Bertahan di Era Digital, Label CMP Record Pilih Transformasi Unik

Agregasi Selasa 09 Juli 2019 00:33 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 08 205 2076317 bertahan-di-era-digital-label-cmp-record-pilih-transformasi-unik-N9Z7m2hfBO.jpg Para Artis CMP Records

JAKARTA - Tak bisa dihindari, kemajuan teknologi membuat banyak label musik gulung tikar lantaran tantangan dan tuntutan produksi yang semakin besar, sedangkan penjualan fisik untuk musik sudah tak bisa lagi diandalkan.

Dilansir Sindonews, CMP Record salah satu label musik di Indonesia mengaku siap Menghadapi era digital saat ini. Label yang kental dengan Iagu-Iagu rohani dan daerah ini pun melakukan transformasi.

CMP yang didirikan pada 2004 dengan menelurkan sejumlah musisi, seperti Novita Dewi dan Joy Tobing yang sukses lewat Indonesian Idol ini mengembangkan pasar dengan menggandeng sejumlah musisi muda lintas genre, mulai pop, hingga dangdut.

Baca Juga: Kim Kardashian dan Kanye West Berhubungan Seks 500 Kali Dalam Sehari?

cmp record

“Tema 'Transformasi CMP Kenalkan Artis Lintas Genre' ini merupakan bentuk komitmen kami untuk berperan dalam kemajuan musik Tanah Air. Secara resmi kami memperkenalkan sejumlah musisi kami yang bakal meramaikan industri musik tanah air,” kata Maulina Silaen, Owner CMP Record.

CMP juga mencoba kembali membangkitkan kembali single anak-anak yang bisa dikatakan mati suri. Salah satunya dengan memperkenalkan Ratu Salsa yang populer dengan single 'Papa Pulang'.

Untuk kategori musik pop,nama Dio Hapsari yang sebelumnya popular sebagai presenter dan host sejumlah program TV Tanah Air dipercaya membawakan single 'Undanqan’ yang kisah serta liriknya bisa bikin baper pencinta music Indonesia.

Ada juga Duo Delima yang merupakan kolaborasi Diana Putri dan Elma Fee dengan single 'Goyang Samping. Kemudian ada Belista yang menelurkan single ketiganya 'Cukup Satu Kali’.

Ada juga si cantik Evelyn Kremes yang viral dekat dengan vokalis Kangen Band, Andika 'Babang Tamvan' , serta Andromeda dengan single baru berbahasa jawa berjudul 'Pilihlah Aku".

Baca Juga: Kerap Tampil Mewah, Begini Penampakan Rumah Rey Utami dan Pablo Benua

“Sebelumnya kita kenalkan dalam bentuk fisik, yakni CD dan VCD. Tapi, sekarang sudah hampir ditinggalkan pendengar, termasuk pelanggan di daerah. Dengan berjalan waktu, kita ikuti perkembangan music. Meski kita terlambat merambah digital, tetapi kita berusaha untuk eksis,” bebernya.

 

“Media sosial juga menawarkan sesuatu yang bikin kita semangat untuk bangkit. Itu sebab kita bertransformasi,” tutup Maulina.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini