Tulisan RM tersebut dilaporkan oleh Tokyo Sports sebagai bentuk melawan Jepang. “Aksi BTS dalam melawan Jepang justru dipuji di Korea. Ini tidak normal,” lapor Tokyo Sports.
Media Jepang tersebut menambahkan, “Grup perwakilan Korea menyakiti perasaan orang-orang Jepang ketika mengenakan baju dengan gambar bom atom. Kejadian (bom) itu adalah kejadian yang menyakiti perasaan orang Jepang sepanjang sejarah.”
Hari kemerdekaan menjadi momen wajar di mana warga negara merasakan kebahagian dalam mengingat sejarah perjuangan para pahlawan. Hal ini pun yang dirasakan oleh Jimin dan RM sebagai warga Korea Selatan.
Namun, di sisi lain, Tokyo Sports seakan menentang itu semua dan mengatakan bahwa BTS adalah “grup anti Jepang.” Tentu, hal ini membuat banyak orang bingung dan heran atas pemberitaan itu. Salah satunya dirasakan oleh profesor di Universitas Sungshin Women, Seo Kyung Duk.
Baca Juga: Eunhyuk 'Super Junior' Akui Persaingan Idol K-Pop Makin Sengit
