nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenang Mendiang Saleem 'Iklim', Musisi Malaysia yang 2 Kali Masuk Penjara

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Minggu 14 Oktober 2018 23:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 14 33 1963866 mengenang-mendiang-saleem-iklim-musisi-malaysia-yang-2-kali-masuk-penjara-LG01ToD71y.jpg Saleem Abdul Majeed (Foto: Instagram/@universalmuzikmy)

KUALA LUMPUR - Industri musik Malaysia tengah berduka. Pasalnya, pada Minggu (14/10/2018), mereka kehilangan salah satu musisi legendarisnya, yaitu AM Saleem Abdul Majeed atau yang lebih dikenal sebagai Saleem 'Iklim'.

Baca Juga: Saleem 'Iklim' Meninggal Dunia Sebulan Pasca-Kecelakaan

Saleem meninggal dunia tadi pagi setelah mengalami koma usai kecelakaan sepeda motor pada September lalu. Akibat kecelakaan yang dialaminya, 12 tulang rusuk Saleem patah dan terjadi pembengkakan otak serta paru-parunya terluka.

Melansir Sindonews, peristiwa tragis ini terjadi ketika Saleem sedang menyadari betapa pentingnya kesehatan bagi dirinya. Kesadarannya itu muncul setelah dokternya mengatakan dia berisiko kehilangan memorinya.

β€œItu mengejutkan saya. Bagaimana kalau saya kehilangan kewarasan atau ingatan saya? Saya harus menjaga diri saya atau pikiran buruk seperti itu menjadi kenyataan,” tutur Saleem dalam sebuah wawancara yang dikutip New Strait Times beberapa waktu lalu.

Risiko kehilangan memori itu bukan muncul tanpa sebab. Sejak Iklim meraih popularitasnya pada 1990an, Saleem terjerumus ke lembah hitam narkoba. Bahkan, karena kecanduannya itu, pada 1994, pemerintah Malaysia sempat melarang Saleem tampil di televisi.

Saleem kian terpuruk setelah Iklim terlibat kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan seorang tentara tewas pada 1996. Sejak peristiwa itu, kehidupan Saleem jadi tak menentu. Kecanduan narkobanya juga kian memburuk. Dia jadi tak peduli lagi dengan teman-temannya di Iklim. Dia sering tidak datang saat ada pertemuan dan itu memicu perpecahan di tubuh band tersebut. Akhirnya, Iklim pun sepakat untuk mendepak Saleem dari band yang turut dia dirikan pada 1988 itu.

Namun, saat itu, Saleem tidak sakit hati. Dia merasa rezeki ada di tangan Tuhan dan Iklim bukanlah satu-satunya tempatnya untuk mengais rezeki. Sayang, kehidupan yang baik belum berpihak kepadanya. Pada akhir 1996, Saleem ditangkap polisi karena membawa narkoba. Dia pun dijebloskan ke penjara.

Nasib baik datang pada Saleem. Selepas dari penjara, Warner Music menawarinya untuk rekaman. Pada 1998, Saleem merilis Maaf/Juwita, yang proses rekamannya sebagian dilakukan di Indonesia. Dia bahkan ikut reuni Iklim pada 2003-2004. Sayang, ini tidak berlangsung lama. Pada 2004, Saleem kembali ditangkap polisi karena kasus narkoba.

Ketika dijebloskan ke penjara untuk kali kedua, Saleem pun menyadari kesalahan-kesalahan yang telah dia lakukan dalam hidupnya. Dalam sejumlah wawancara, dia mengaku telah mempelajari kehidupan. Dia pun berusaha keras untuk keluar dari lingkaran setan narkoba yang telah membuat kehidupannya hancur itu.

Baca Juga: Coldplay Siap Rilis Film Dokumenter A Head Full of Dreams

Saleem beruntung karena Warner Music masih menerima dirinya. Pada 2006, dia bersama Warner Music dan Rock Record merilis Epigoni. Album yang berisi remake lagu-lagu hits milik Amy Search, Shima, Bumiputra Rocker, Allahyarham Sudirman, Wings dan lain-lain ini laris manis di pasaran.

(LID)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini