JAKARTA – Masyarakat Indonesia tengah dilanda demam Asian Games yang berlangsung di Jakarta dan Palembang sejak tanggal 18 Agustus lalu. Mereka berbondong-bondong pergi ke venue penyelenggaraan untuk menyaksikan dan memberikan dukungan untuk para atlet agar bisa mempersembahkan emas demi Merah Putih.
Dukungan tanpa henti dari masyarakat nyatanya sukses memacu semangat para atlet yang berlaga di Asian Games 2018. Sampai berita ini diturunkan, Indonesia duduk di posisi empat klasmen sementara dengan 24 emas, 19 perak, dan 29 perunggu. Hasil ini adalah hasil terbaik yang pernah dicapai oleh Indonesia selama berlaga di ajang Asian Games.
Perjuangan dari para atlet dalam Asian Games 2018 benar-benar luar biasa. Semuanya berusaha memberikan yang terbaik hingga titik darah penghabisan demi membela negeri.
Api semangat para atlet seperti itu juga bisa Anda saksikan dalam beberap film Indonesia. Setidaknya ada tiga film Tanah Air yang telah menggambarkan api semangat perjuangan para atlet demi mengharumkan nama Bangsa di kancah dunia.
1. King (2009)

King adalah salah satu film yang menggambarkan perjuangan seorang atlet demi membela negeri tercinta. Disutradarai oleh Ali Sihasale, film ini bercerita tentang perjalanan panjang seorang anak bernama Guntur (Rangga Raditya) dalam menggapai impiannya menjadi juara bulu tangkis.
Guntur memiliki impian untuk menjadi seperti sang idola, Liem Swie King, merajai bulu tangkis dunia. Perjalanan mencapai impian itu tentu tak mudah bagi Guntur, terlebih kondisi ekonomi keluarganya kurang begitu mendukung.
Semangat gigih Guntur patut dicontoh oleh para atlet atau masyarakat Indonesia pada umumnya. Dengan segala keterbatasan, Guntur tak pernah berhenti berjuang untuk menggapai impiannya. Film ini sangat cocok untuk membakar semangat sebelum menonton perjuangan para atlet Indonesia di Asian Games 2018.
2. Sang Pemberani (2014)

Dilihat dari judulnya saja, sudah terasa bahwa film ini akan bercerita tentang keberanian dan tekad kuat si pemain utama. Ya, Sang Pemberani adalah film yang mengisahkan tekad kuat seorang karateka muda dalam meraih impiannya.
Madi Ghafur (Reza Hariyadi), seorang boca SMP yang pemberani, terobsesi untuk menjadi juara karate nasional seperti Diwa, kakaknya yang meninggal akibat tragedi Tsunami Aceh.
Dengan latar belakang kondisi sosial masyarakat Aceh pascatsunami dan mentalnya yang masih labil sebagai anak muda, Madi banyak menemui kendala. Ia pun harus berjuang dan belajar bahwa untuk menjadi juara sejati dibutuhkan tekad dan keberanian besar.
3. 3 Srikandi

3 Srikandi adalah film biopik yang bercerita tentang keberhasilan Indonesia dalam meraih medali pertama dari cabang olahraga panahan di Olimpiade 1988 Seoul. Tak tanggung-tanggung, film arahan sutradara Iman Brotoseno ini menggandeng aktor-aktor besar seperti Reza Rahadian, Bunga Citra Lestari, Chelsea Islan, dan Tara Basro sebagai pemainnya.
Menjelang Olimpiade 1988, Indonesia mengalami krisis dalam persiapan cabang olahraga panahan. Pemerintah membutuhkan pelatih handal yang bisa menyiapkan tim panahan wanita untuk berlaga di ajang tersebut. Donald Pandiangan (Reza Rahadian), sang Robin Hood Indonesia, dipercaya untuk mencari dan mengasah tiga bakat muda panahan, Nurfitriyana (Bunga Citra Lestari), Lilies (Chelsea Islan), dan Kusuma (Tara Basro).
Ketiga srikandi ini pun harus berlatih keras di bawah pengawasan sang pelatih yang terkenal dengan disiplinnya yang tinggi. Film 3 Srikandi memberikan gambaran kepada para penonton bahwa untuk mendapatkan hasil terbaik di ajang sekelas Olimpiade, butuh persiapan yang sangat matang.
Setidaknya film 3 Srikandi ini mengembalikan memori bahwa Indonesia pernah berjaya di ajang panahan. Atlet-atlet wanita Indonesia mampu menunjukkan kepada dunia bahwa mereka bisa beraksi layaknya Srikandi yang jago dalam melepaskan anak panah tepat sasaran.
(kem)