Meski Tombak dan Pedang di Leher, Ahmad Dhani Lantang Suarakan Kebenaran

Adiyoga Priambodo, Jurnalis · Senin 16 April 2018 16:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 16 33 1887304 meski-tombak-dan-pedang-di-leher-ahmad-dhani-lantang-suarakan-kebenaran-2o9JQZuioX.jpg Ahmad Dhani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ahmad Dhani akhirnya tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (16/4/2018). Seperti telah diberitakan, Dhani akan menjalani sidang perdana kasus ujaran kebencian yang menyeret namanya. Kali ini, Dhani akan mendengar pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Pantauan Okezone di lokasi, Dhani datang bersama rombongan tim kuasa hukumnya yang dipimpin Ali Lubis. Terlihat juga sosok anak bungsu Dhani, Dul berjalan mendampingi ayahnya. "Saya datang men-support ayah saya," kata Dul sebelum sidang.

Sementara itu, Ahmad Dhani membantah tudingan melarikan diri dari proses hukum. Dia juga bersikeras tetap akan memerangi orang-orang yang menistakan agama. Dhani juga menyatakan siap menerima segala konsekuensi, termasuk menghadiri persidangan.

Kuasa Hukum: Ahmad Dhani Tak Ditahan karena Kooperatif selama Pemeriksaan

(Baca Juga: Lee Jong Suk Mulai Jalani Syuting Hymn of Death)

(Baca Juga: Gunakan Crop Top, Yuk Intip Seksinya Nia Ramadhani di Festival Coachella)

"Ini adalah pelajaran nyata bahwa menyatakan kebenaran itu wajib. Meskipun ujung tombak ada di leher kita, pedang ada di leher kita, kita akan siap menyatakan kebenaran," tuturnya.

Ahmad Dhani Jalani Pemeriksaan Perdana Terkait Kasus Ujaran Kebencian

Dalam kesempatan yang sama, Dhani bahkan kembali mengulang kalimat yang membuat dirinya dipolisikan. Dia menegaskan bahwa tidak ada pihak manapun yang berhak melarang aksi tersebut.

"Pembela penista agama itu adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya. Itu adalah kebenaran, dan tidak ada siapapun yang bisa melarang saya mengatakan itu," tandas Ahmad Dhani.

Ahmad Dhani terseret kasus ujaran kebencian usai cuitannya di akun Twitter dipolisikan pada 2017. Kala itu, Dhani dilaporkan Jack Boyd Lapian atas tuduhan pelanggaran UU ITE. Dia dikenakan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) dan ditetapkan sebagai tersangka pada November 2017.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini