nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bon Jovi Layak Masuk Rock and Roll Hall of Fame? Selain Lagunya Bertahan, Simak 4 Alasan Lainnya

Agregasi Minggu 08 Oktober 2017 14:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 08 205 1791150 bon-jovi-layak-masuk-rock-and-roll-hall-of-fame-selain-lagunya-bertahan-simak-4-alasan-lainnya-tPPLf1UZ3l.jpg Bon Jovi (Foto: Billboard)

JAKARTA – Grup band Bon Jovi disebut-sebut layak diabadikan di Rock and Roll Hall of Fame. Apa yang menjadi alasan kuatnya?

Sejumlah nama rocker, band kondang, dan penyanyi hip hop legendaris masuk nominasi untuk diabadikan di Rock and Roll Hall of Fame tahun depan. Tahun ini, para nominasinya didominasi mereka yang punya nama besar di era 1990-an, seperti Bon Jovi, Radiohead, Rage Against The Machine, LL Cool J, Nina Simone hingga Judas Priest.

Di antara nama-nama itu, Bon Jovi adalah satu nama yang paling mencuat. Band ini sudah pernah dinominasikan pada 2011, setelah dinyatakan berhak mendapatkan nominasi pada 2008.

Artis baru bisa dinominasikan masuk Rock and Roll Hall of Fame, 25 tahun setelah album pertama mereka dirilis dan Komisi Nominasi akan memilih siapa yang akan masuk.

Fans bisa memberikan suara untuk memilih band favorit mereka agar bisa masuk Hall of Fame pada 5 Oktober—5 Desember di rockhall.com/vote. Voting memerlukan login Facebook dan pemberian suara dibatasi satu suara per hari.

Ketika gagal masuk Hall of Fame pada 2011, frontman Bon Jovi, Jon Bon Jovi mengklaim masalah hubungan personal adalah penyebab kegagalan itu. Dan, tak dimungkiri bahwa Bon Jovi adalah favorit fan untuk bisa masuk Hall of Fame tahun depan.

Mungkin, tahun depan adalah milik Bon Jovi. Semua itu bisa diketahui pada Desember mendatang ketika pemenang Rock and Roll Hall of Fame diumumkan.

Lantas, mengapa Bon Jovi layak masuk Hall of Fame? Dikutip dari Ultimate Classic Rock, berikut lima alasan mengapa band asal New Jersey itu harus masuk Hall of Fame.

1. Tekad bulat

Sejumlah artis meroket namanya karena aksi singkat, menggebrak dengan album klasik pertama, lalu menghabiskan sisa karier mereka dengan berusaha keluar dari bayangannya. Tapi, itu tidak terjadi pada Bon Jovi.

Frontman mereka, Jon Bon Jovi, bekerja di bisnis musik selama bertahun-tahun, meski hanya sebagai pekerja kasar—bahkan fakta bahwa sepupunya adalah pemilik saham studio Power Station hanya membuat Jon mendapatkan pekerjaan kasar. Demi pertamanya mendapatkan penolakan. Bahkan setelah meraih prestasi dengan hit Runaway dari debut berjudul sama dengan band itu, mereka menghabiskan waktu bertahun-tahun di angka bawah Top 40 dan berhasil meraih nama besar dengan touring tanpa istirahat dan pendekatan komersil pada penulisan lagu mereka.

2. Mendefinisikan sebuah era

Beberapa album pertama mereka terjual dengan baik, tapi para personel Bon Jovi berniat untuk mendapatkan hit mainstream, dan mereka mendapatkannya dengan Slippery When Wet (1986). Jon dan mitra menulis lagunya, gitaris Bon Jovi Richie Sambora, bekerja sama dengan produser Bruce Fainbairn dan Desmond Child untuk mencocokkan suara mereka ke essence ramah radio dan hasilnya adalah album yang meluncurkan mereka ke arena permainan, mengokohkan tempat mereka di rotasi MTV selama bertahun-tahun, dan membantu menyolidkan template untuk Top 40 rock n roll. Ini bukanlah gebrakan, tapi ada audiens masif yang menantikannya, jutaan dari mereka terus mengikuti grup ini selama bertahun-tahun.

3. Berubah seiring waktu

Awal 1990-an ada peristiwa kepunahan bagi banyak aksi rock populer dari dekade sebelumnya. Tapi, Bon Jovi tetap bertahan dengan kombinasi untuk tahu kapan harus pergi—mereka hiatus selama lima tahun antara These Days (1995) sampai Crush (2000)—dan mengidentifikasikan bagaimana mengutak atik sound mereka agar tetap relevan dengan radio. Mereka sendirian di antara rekan-rekan sejawatnya dalam berusaha mencocokkan diri dengan waktu, tapi mereka selalu terlihat lebih baik.

4. Lagunya bertahan

Penjualan dan airplay bukanlah segalanya. Sementara rasa jelas subjektif, jelas ada sesuatu yang bisa dikatakan bagi artis yang mendorong batasan, sementara memberikan karya yang secara konsisten memuaskan. Kekuatan terbesar Bon Jovi tidak terletak di area ini. Tapi, hal yang lucu terjadi ketika mereka menghabiskan 30 tahun terakhir di tengah jalan, mereka merakit diskografi yang dipenuhi lagu yang diketahui seluruh generasi. Sementara kita bisa mendebatkan artistik rekaman mereka, musik mereka dicintai jutaan orang. Rock selalu menjadi musik rakyat, dan ketika itu adalah Bon Jovi, mereka mengungkapkannya dengan jelas.

 5. Terus lapar

Saat banyak rekan seangkatan mereka berhenti dengan hit terbesar mereka, Bon Jovi justru terus muncul dengan karya baru —dan membawanya ke set list mereka yang padat— secara reguler. Demikian ditulis situs Sindonews.

Baca Juga:

Hobi yang Aneh! Johnny Depp Ternyata Suka Koleksi Boneka Barbie, Termasuk 4 Seleb IniSetelah TWICE, Netizen Korsel: BTS Adalah Legenda!Nikah 31 Oktober, Ini Bocoran Busana Pengantin Song Joong Ki dan Song Hye KyoSelain Ebiet G Ade, Joko Widodo Saksikan Musik Metal Deadsquad di Synchronize Fest 2017

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini