Image

Tak Mati, Penjualan Piringan Hitam dan Turntable Melonjak di Ceko

Agregasi VOA, Jurnalis · Senin 17 April 2017, 10:49 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 04 17 205 1669139 tak-mati-penjualan-piringan-hitam-dan-turntable-melonjak-di-ceko-EHVSoO9AOk.jpg Turntable. (Foto: FoxNews)

PRAHA – Meski digitalisasi musik lewat streaming hingga penjualan album secara online sudah menjadi hal yang lumrah saat ini, nyatanya teknologi lawas seperti piringan hitam dan alat pemutarnya atau turntable masih diminati seperti yang ditunjukkan oleh trend penjualan di Republik Ceko.

Teknologi yang sudah berumur 150 tahun ini sedang mengalami masa jayanya yang kedua di banyak bagian dunia, termasuk di Republik Ceko dan negara-negara di Eropa. Bahkan salah satu perusahaan di negara tersebut mulai gencar memproduksi turntable secara masif.

Perusahaan SEV Litovel di Ceko telah meningkatkan produksi turntable-nya empat kali lipat sejak 2009, dan tahun lalu mampu menjual hampir 125 ribu unit. Semua bagian turntable itu dirakit dengan tangan, dan harganya berkisar antara 200-10.000 Dolar AS atau setara Rp2,6 Juta hingga sekitar Rp130 juta.

“Kami yakin piringan digital atau CD akan menghilang, dan orang akan mendengarkan musik lewat streaming. Tapi 10 tahun dari sekarang, kira-kira 20 persen hasil penjualan musik akan diperoleh dari piringan hitam,” Kata Heinz Lichtnegger, pembuat turntable asal Ceko tersebut seperti dilansir dari VOA Indonesia, Senin (17/4/2017).

Meskipun musik piringan hitam direkam dengan sistem analog dan dimainkan dengan peralatan analog, nyatanya jumlah peminatnya terus bertambah. Pada 2015, orang Amerika bahkan membeli musik analog dengan total mencapai 416 juta Dolar, jumlah tertinggi sejak 1988.

Menurut para penggemarnya, musik adalah sesuatu untuk dinikmati dan bukannya didengar dengan cepat atau dihentikan dan diganti dengan musik lain hanya dengan menekan tombol. Lebih dari itu, kata penggemar piringan hitam, musik yang direkam dan dimainkan lewat piringan hitam suaranya jauh lebih bagus dari suara musik digital atau MP3.

Nyatanya, puluhan tahun sebelum zaman musik digital, orang lebih mendengarkan musik yang direkam dalam piringan hitam yang diputar dengan menggunakan alat yang disebut turntable. Suara musik itu ditangkap dalam bentuk getaran yang diterjemahkan oleh alat elektronik yang disebut amplifier dan kemudian di dikeluarkan oleh loudspeaker atau alat pengeras suara.

Kini, orang bisa membawa ratusan atau bahkan ribuan rekaman musik dalam bentuk digital yang dikemas dalam alat kecil sebesar bungkus rokok. Karena itu banyak orang beranggapan bahwa cara lama mendengarkan musik dengan piringan hitam sudah mati.

Namun minat akan piringan hitam agaknya kembali meningkat dan banyak perusahaan yang bergiat untuk memenuhi permintaan itu seperti yang ditunjukkan dari trend penjualan turntable dan piringan hitam di Republik Ceko dan negara-negara Eropa lainnya.

(FHM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini