JAKARTA - Ditunjuk untuk menjadi seseorang yang memimpin jalannya sebuah acara, diakui Lee Jeong Hoon bukanlah hal yang mudah. Terlebih dalam acara game show Takeshi Castle Indonesia, pria kelahiran Korea Selatan ini dituntut untuk berbicara dengan menggunakan bahasa Indonesia yang formal dengan aksen Jepang.
Mengaku kesulitan membawakan sebuah acara dengan bahasa formal, bahkan membuat pria 30 tahun ini menjadi sakit tenggorokan. Namun ia mengaku mendapat tantangan tersendiri dalam peran terbarunya sebagai seorang pembawa acara.
"Kesulitannya pastinya bahasanya harus sangat-sangat formal sekali. Sedangkan bahasa Indonesia saya saja belum lancar, tapi disuruh formal dan juga tone-nya harus kayak Jepang," ungkap Lee yang ditemui di Studio MNC Taman Mini, Jakarta Timur.
"Jadi saya ngomong satu kalimat, tenggorokan saya langsung sakit. Dan tantangannya juga saya harus lebih bisa seperti host mewawancara dan sebagainya," sambungnya.
Syuting perdana Takeshi Castle Indonesia sendiri memang dilakukan di lahan seluas tiga hektar milik MNCTV, yang terletak di kawasan Taman Mini Indonesia Indah. Di tanah seluas itupun terdapat 10 tantangan yang harus dilalui oleh para peserta untuk bisa meraih uang dengan total 100 juta rupiah.
Sementara itu, Lee mengaku bahwa para peserta perempuan lebih banyak yang berhasik dibandingkan seperta pria. memang harus memiliki fisik yang kuat. Ia juga menyarankan agar masyarakat terlebih dahulu mempersiapkan diri dengan olahraga, sebelum akhirnya mendaftar untuk mengikuti acara ini.
"Saya lihat secara fisik mereka harus kuat, karena pegangannya, padahal justru perempuan-perempuan yang banyak berhasil, kalau cowok-cowok mungkin harus diet sedikit, harus banyak latihan menggenggamnya," paparnya.
"Soalnya saya lihat belum tentu saya bisa, jadi kalau mau ikut Takeshi Castle Indonesia harus banyak olahraga dulu," tandasnya.
(aln)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri