“Pada tahap karier kami ini, saya kira kami tidak akan melihat penyanyi lain. Tidak ada tujuannya. Kami benar-benar tidak bisa menggantikan Bruce. Tapi, puji Tuhan, kami tak perlu melakukannya. Yang utama adalah dia baik-baik saja, tapi yang kedua, sekarang kami bisa menggelar tur dan membuat album,” beber Steve.
Kegiatannya bersama Iron Madden membuat Steve harus menerima kenyataan bahwa dia tidak bisa lagi bermain sepak bola sesering yang dia inginkan. “Ada masa ketika saya harus menyadari bahwa saya tidak akan bermain sepak bola secara reguler. Saya masih bermain sesekali, tapi saya butuh waktu untuk beradaptasi. Jelasnya, bersama band, ini jadi lebih buruk—jadi, saya tidak begitu mengharapkannya. Kalian harus fokus dan melakukan hal lain, jadi pikiran kalian ada di hal lain,” tutur Steve.
Karena tidak bisa bermain bola seperti yang dia harapkan, Steve kini lebih banyak memanfaatkan waktu untuk menulis lagi. “Saya ingin menulis banyak lagu dan lebih banyak lagi. Saya masih punya banyak ide. Terlalu banyak, mungkin, tapi itu adalah masalah yang menyenangkan. Saya lebih suka punya masalah ketimbang tidak punya ide,” ucap dia.
Steve juga lebih suka meliha ke masa depan ketimbang harus melihat masa lalu. “Kami punya karier yang fantastis. Kalau ini berakhir besok, maka itu bagus, dan saya bisa menerimanya. Tapi, jelas, kami ingin bertahan lebih lama. Semoga kami bisa bertahan lebih lama lagi,” kata dia.
Tur The Book of Souls berlanjut dengan sejumlah tanggal di seluruh dunia hingga Agustus mendatang. Tur ini sempat mengalami masalah ketika Ed Force One bertabrakan dengan truk derek di Bandara Santiago, Cile, beberapa pekan lalu.
(edh)