"Makanannya enak. Beberapa aku suka makanan-makan itu. Tapi kalau ada yang harganya fantastis ini, kayaknya sayang ya buat dimakan. Habis sayang kayaknya harga makanan segitu mahalnya ya," katanya.
Inisial-inisial makanan tersebut, coba diaplikasikan Udin ke dalam lagu pop yang liriknya dibungkus dengan unsur-unsur guyonan. Sementara komposisi musikalnya dibuat sesederhana mungkin dan easy listening.
Sehingga penikmatnya bisa sangat paham pesan yang disampaikan Udin melalui sebuah harmoni yang diberi judul Tahu Ble’em 200 Juta (Jajanan Gedongan).
(rik)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri