nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ngaku Bandar Narkoba, Tulisa Diinterogasi Polisi

Chaerunnisa, Jurnalis · Selasa 04 Juni 2013 11:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2013 06 04 532 817114 iaIiyf9WPm.jpg Tulisa Contostavlos (Foto: Ist)

LOS ANGELES - Kepolisian Metropolitan London, Scotland Yard, langsung melakukan interogasi terhadap Tulisa Contostavlos di kediamannya di Hertfordshire. Mereka meminta keterangan kepada Tulisa setelah mengaku bisa menyediakan kokain sebanyak 800 poundsterling.

"Kami telah menerima informasi mengenai dugaan pasokan obat-obatan terlarang. Kami sedang mempertimbangkan informasi yang diterima," kata seorang juru bicara Scotland Yard.

Sebuah mobil polisi terlihat di depan rumah Tulisa, Minggu, 2 Juni waktu setempat. Wanita tercantik di dunia itu menghabiskan harinya di rumah. Tampak teman-teman bandnya, N-Dubz, dan sepupunya, Dappy, terlihat mengunjungi Tulisa.

Seorang wartawan The Sun yang menyamar sebagai seorang pembeli secara diam-diam merekam aksi Tulisa saat mereka tengah melakukan penawaran. Bekas juri X Factor itu mengaku bisa menyiapkan berbagai jenis obat terlarang dengan kualitas terbaik.

Dia juga mengatakan kenal dengan salah satu anggota gangster. Padahal, Tulisa kerap menjadi panutan penggemarnya yang masih berusia 14 tahun.

"Setengah dari daftar telefonku menjualnya (obat terlarang). Tentu saja aku bisa memberikannya padamu. Setengah dari pria yang aku kenal adalah penjual narkoba. Salah satunya seorang pengedar besar. Dia adalah teman baikku. Dia adalah seorang gangster," kata Tulisa.

Dalam investigasi tersebut, Tulisa mengaku tidak mengambil narkoba secara langsung, melainkan hanya mengatur kesepakatan dengan calon pembeli. Dia juga selalu menggunakan kata sandi agar polisi tidak mencurigainya.

Tulisa mengungkapkan bahwa istilah permen putih digunakan untuk kokain, sedangkan permen hijah untuk ganja. Demikian dikutip dari Aceshowbiz, Selasa (4/6/2013).

Meski Tulisa mengaku tidak mengonsumsi kokain, pernyataannya itu sudah cukup untuk merusak kariernya. Seorang eksekutif TV mengatakan, "Ini akan menjadi sangat sulit baginya sekarang."

Namun hingga berita ini diturunkan, perwakilan Tulisa tak bisa dihubungi untuk dimintai  komentarnya.

(nsa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini