Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kritik Pemerintah, Gugun Blues Shelter Dipanggil DPR

Maria Cicilia Galuh , Jurnalis-Selasa, 19 Juli 2011 |12:46 WIB
Kritik Pemerintah, Gugun Blues Shelter Dipanggil DPR
Gugun Blues Shelter (Foto: Tomi Tresnady/okezone)
A
A
A

JAKARTA - Lantaran mengkritik pemerintah, Gugun Blues Shelter (GBS) dipanggil oleh anggota Komisi X DPR RI yang juga pelaku seni, Theresia Pardede (Tere) pada pekan lalu.

Diberitakan okezone pada 12 Juni lalu, Bowie drummer GBS mengeluarkan uneg-unegnya soal strategi pemerintah, khususnya Kementrian Budaya dan Pariwisata (Kemenbudpar) yang belum maksimal mempromosikan Indonesia di luar negeri. Selama ini musik modern yang sangat digandrungi masyarakat dunia kurang diperhatikan.

Salah satu contohnya, GBS berhasil mengungguli band-band di 68 negara di ajang Hard Rock Battles of the Bands. Ganjarannya trio ini tampil secara terhormat di festival musik Hard Rock Calling di Hyde Park, 26 Juni 2011. Mereka sepanggung dengan Bon Jovi, Rod Stewart dan The Killers. Sayangnya, prestasi mereka tak mendapat dukungan dari pemerintah Indonesia sendiri.

“Kalau promosi 'Beautiful Indonesia' itu sudah kuno. Mereka juga enggak ada yang tanya satupun sama kita tentang itu. Mereka itu tanyanya, band apa yang lagi top di sini. Mereka enggak tanya, 'Elo punya komodo ya? Ada Borobudur ya?” kata Bowie kepada okezone saat itu.

Dengan kondisi ini, menurut Bowie, hasil kerja pemerintah tidak akan maksimal.

“Budpar kalau enggak sponsorin musisi Indonesia modern bahaya imejnya. Sebetulnya, musik itu senjatanya pemerintah. Enggak hanya musik saja, tapi kesenian juga. Itu light topic karena enggak berhubungan dengan tentara. Kalau di luar, people more talking about it daripada your religion, dari mana suku elo atau politik di negara elo gimana. Mereka enggak ngomongin itu. Ngomonginnya pasti musik, seni, patung, tari,” lanjut pemilik album 'Get The Bug', itu.

Tepatnya hari Jumat, 15 Juli kemarin, GBS dipanggil secara pribadi oleh Tere. Hasil dialog, menurut Tere awal untuk disampaikan dalam rapat intern Komisi X yang membidangi pendidikan, pemuda, olahraga, pariwisata, kesenian, dan kebudayaan.

"Kalau menunggu jadwal audiensi formal ke DPR mah kelamaan. Tahu sendiri sistem manajemen setjen birokratis prosedural," kata Tere berbincang dengan okezone melalui BlackBerry Messenger (BBM), Selasa (19/7/2011).

Gugun, vokalis dan gitaris GBS dihubungi terpisah menuturkan, hasil dialog sedikit menemukan titik terang, yakni soal prosedur permintaan sponsor dari pemerintah jika manggung di luar negeri pihak DPR akan membantu mengarahkan.

“Dia (Tere) cuma ngomong, sebenarnya kita ini sudah jalan atau belum dan menurut dia kita salah alamat karena kita enggak tahu kalau mau minta sponsor itu ke mana. Dan dia bilang kalau kita ada manggung lagi di luar nanti diarahkan,” papar Gugun.

Lanjut Gugun, sebenarnya mereka tidak ingin mengkritik habis-habisan pemerintah. Hanya saja para personel GBS ingin pemerintah memperhatikan para pelaku musik modern.

“Mereka yang di DPR enggak mengecam kita. Dia (Tere) juga kan masih artis. Dia enggak mengecam atau  gimana. Kemarin itu dia kasih tahu ke kita tentang program-progam yang sedang direncanakan untuk para pelaku seni,” terangnya.

(tre)

Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita celebrity lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement