JAKARTA - Sumatera Utara memiliki seni dan budaya yang kental. Banyak penyanyi maupun musisi negeri ini yang berdarah Batak. Namun, kebudayaan Batak lambat laun semakin surut.
Hal ini yang membuat Rio Silaen, sutradara Opera Batak, memberanikan diri membuat sebuah pagelaran teater musikal yang bertajuk Senandung Kampoeng Halaman.
Teater ini berkisah tentang kehidupan sebuah keluarga dari Sumatera Utara. Meskipun ini sebuah pagelaran teater dari daerah Sumut, Rio meracik cerita di dalamnya menjadi lebih mudah dipahami oleh kaum muda karena menggunakan bahasa Indonesia.
"Saya ingin mengajak generasi muda untuk menghidupkan kembali budaya Batak dan bangga akan bangsanya sendiri dengan cara yang mudah dipahami oleh kalangan remaja," ujar sutradara teater musikal Opera Batak Rio Silaen, ditemui di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Kamis (14/7/2011).
Pada Opera Batak ini akan ada 100 penampil di atas panggung. Mereka adalah penyanyi dan musisi berdarah Batak, seperti Tika Panggabean, Petra Sihombing, Judika 'Idol' Sihotang, Cindy 'AFI' Sibarani. Acara itu akan semakin seru dengan kehadiran diva Indonesia, Vina Panduwinata dan Igor 'Saykoji'.
Proses pengerjaan teater musikal ini cukup panjang, yakni sekira 2 tahun sejak naskah dibuat. Para pemeran mulai giat berlatih sejak tiga bulan lalu. Opera Batak ini telah ada sejak 1920 dan diwariskan oleh Tilhang Gultom.
"Semuanya bisa sampai di sini tentunya tak luput dari kerja keras dan tim yang luar biasa yang begitu bersemangat," ujar Rio. Teater musikal juga didukung grup paduan suara dari Voice Of Indonesia.
Rio Silaen memiliki harapan Opera Batak dapat menjadi acuan generasi muda untuk kembali membangun rasa nasionalisme dan kebanggaan dalam hal seni dan budaya. Opera Batak akan digelar pada 30 Juli 2011, di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat.
(tre)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri