GUNUNGKIDUL - Peluncuran film Dedemit Gunung Kidul yang dibintangi Uli Auliani diprotes warga Gunungkidul. Uli syok karena sempat terjebak di antara kerumunan massa.
Puluhan massa yang tergabung dalam Komunitas Kota Gaplek memprotes film itu karena judulnya dianggap melecehkan daerah mereka. Di tengah acara launching yang digelar di salah satu restoran di di Gunungkidul, Yogyakarta, Rabu (16/3/2011), massa datang dan membakar poster film.
"Aku masih syok banget nih. Soalnya kejadiaanya baru banget. Aku terbang dari Jakarta jam 09.00. Sampai di Yogya sekira jam 11.00. Enggak lama aku wawancara kuliner, terus selamatan untuk film Dedemit Gunung Kidul. Tiba-tiba ada sekelompok orang dari warga Gunungkidul demo dan mengancam akan merusak tempat kita selamatan," ungkap Uli dalam sambungan telepon.
Melihat massa datang dan mulai membakar poster film yang dipasang di depan restoran, seluruh kru film panik.
"Akhirnya, mau enggak mau acara kita tinggal. Simpan tumpeng di restoran. Kita menyelamatkan diri. Di luar tiba-tiba sudah ada orang yang teriak-teriak enggak setuju dengan judul film yang memojokkan warga Gunungkidul," tutur bintang film Pulau Hantu 2 ini.
Di tengah kekisruhan itu, perempuan kelahiran Bandung, 20 November 1985, itu bersyukur tidak menjadi korban kemarahan massa.
"Alhamdulillah, aku diamakan polisi dan bodyguard, langsung digiring, dibawa masuk ke mobil sambil menunduk. Akhirnya, aku sampai di hotel dengan selamat. Rencananya nanti jam 18.00, aku langsung pulang ke Jakarta," tutupnya.
Seperti diketahui, sebagai bentuk protes massa membakar poster yang terpasang di depan restoran. Massa juga menahan produser, bintang film, sutradara, dan kru saat akan meninggalkan lokasi. Sempat terjadi adu mulut antara pendemo dan kru.
Didampingi produser KK Dheeraj, sutradara Yoyok Dumpring menemui pendemo. Dia memberikan penjelasan di hadapan puluhan massa dan berjanji bersama manajemen akan segera mengoreksi film. Massa membubarkan diri setelah mendengar penjelasan dari manajemen.
(ang)